
Penggemar kuliner mungkin tak asing dengan jenis makanan satu ini. Jengkol memang banyak digemari saat diolah jadi beragam makanan. Namun, di balik itu, jengkol juga terkenal berkat aromanya yang khas, bahkan kerap dibilang bau.
Kendati demikian, Dwi Kartika, pemilik Green Spot Healthy Cafe iseng ingin membuat sesuatu yang berbeda. Ia memang menjalankan bisnis cafe dengan sajian serba nabati dan menyehatkan, tapi ia ingin menonjolkan salah satu pangan, yakni jengkol.
"Selama ini orang malu beli jengkol, malu kalau suka jengkol. Saya ingin orang bangga sama jengkol, biar dibilang makanan orang udik. Inginnya ya menjengkolkan Indonesia," ujarnya pada CNNIndonesia.com di sela acara Festival Jengkol Indonesia di Bellanova Country Mall, Sentul, Bogor, 17 November lalu.
Lihat juga:Petai, 'Si Bau' yang Kini Go International |
Lihat juga:Aneka Olahan Jengkol |
"Kita bisa kok bersatu karena jengkol. Ini media pemersatu, apalagi di tengah isu perpecahan gini, jadi satu euforia baru," kata Kamila.
Dia berharap ke depan, bakal ada festival-festival berikutnya di kota berbeda. Pihaknya optimistis animo masyarakat akan lebih tinggi. Meski belum dapat memastikan di mana lokasi festival berikutnya, tapi ia berkata beberapa kota sudah mengkonfirmasi keinginan mereka untuk jadi tuan rumah seperti Bekasi, Karawang, Palembang dan Riau.
Kamila berkata, konsep acara belum sepenuhnya tercapai, sehingga ke depannya, ia mengharapkan festival dapat merangkul industri jengkol dari hulu ke hilir, tak hanya produsen olahan jengkol tapi juga petani jengkol.
"Harapannya jengkol enggak cuma jadi makanan kampung, tapi juga jadi makanan kota. Jangan malu kalau suka jengkol," tutupnya.