
Uzone.id — Indonesia menjadi negara kedua dengan total transaksi terbesar se-dunia di TikTok Shop. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru yang dibagikan oleh Momentum Works, Rabu, (03/09).
Dalam laporan tersebut, Indonesia berkontribusi sebesar USD6,2 miliar atau Rp101 triliun dalam hal nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) dan berada di posisi kedua setelah Amerika Serikat yang mencatat sekitar USD9 miliar atau Rp147 triliun selama tahun 2024.Angka transaksi ini mengalami kenaikan hingga 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini artinya, frekuensi transaksi di TikTok Shop juga terus mengalami kenaikan.
Tak hanya itu, dominasi TikTok Shop juga terlihat dari posisi mereka di Indonesia sebagai e-commerce yang paling banyak digunakan, dimana TikTok Shop berada di bawah Shopee dan Tokopedia.
TikTok Shop sendiri memang banyak diminati di Indonesia karena menggabungkan social media dengan e-commerce atau social commerce. Hal ini sempat membuat e-commerce tersebut ‘diusir’ dari Indonesia sebelum akhirnya memutuskan untuk comeback bersama Tokopedia.
Kehadiran TikTok Shop di Indonesia sendiri bukan tanpa tantangan, setelah sempat diusir dari Indonesia, baru-baru ini TikTok memutuskan untuk mematikan fitur Live yang selama ini banyak digunakan untuk berjualan oleh seller-seller TikTok Shop.
Pemblokiran ini berlangsung selama kurang lebih 3 hari dari tanggal 30 Agustus hingga 2 September 2025 di Indonesia dengan tujuan untuk meredam konten-konten yang dinilai melanggar aturan.