
Yeayyy... akhirnya wisuda tiba! Semua perjuangan selama menempuh pendidikan, terbayar sudah dengan kelulusan alias wisuda. Mengenakan toga merupakan kebanggaan sekaligus bukti bahwa kamu memang bisa meraih cita - cita setinggi apa pun. Dibalik bentuknya yang unik, toga menyimpan sejumlah makna yang mendalam untuk kehidupan wisudawan lho. Berikut infonya..
FrameATrip.com[/caption] Kebanyakan busana toga berwarna hitam. Warna hitam menjadi simbol kegelapan dan keagungan. Sebagai wisudawan yang berintelektual, sudah seharusnya menjadi pelita di tengah kegelapan bak mentari yang memberi manfaat bagi bumi.
[caption id="attachment_13491" align="alignnone" width="640"] FrameATrip.com[/caption] Tahu gak, kenapa topi toga berbentuk persegi atau segi empat? Bukan tanpa alasan, hal ini didasari dengan landasan pola pikir wisudawan yang harus jeli melihat semua masalah dari berbagai sudut pandang.
[caption id="attachment_13489" align="alignnone" width="640"] FrameATrip.com[/caption] Pada puncak acara, wisudawan dipanggil ke hadapan rektor untuk dipindahkan tali topi toga dari kiri ke kanan. Ternyata, makna filosofisnya sangat dalam. Pada masa kuliah, mahasiswa akan lebih menggunakan otak kiri untuk hapalan, rasio, perhitungan, logika dan daya nalar. [caption id="attachment_13495" align="alignnone" width="640"] FrameATrip.com[/caption] Sementara itu, setelah lulus dan diwisuda, mahasiswa akan terjun langsung ke tengah masyarakat. Sehingga diharapkan lebih menggunakan otak kanan yang berhubungan dengan kemampuan sosial, bermasyarakat, kreativitas dan berinovasi. Jadi, wisudawan setelah lulus dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
[caption id="attachment_13493" align="alignnone" width="640"] FrameATrip.com[/caption] Lagu latin yang kerap dinyanyikan dalam setiap prosesi wisuda ini merupakan hymne mahasiswa secara global. Di negara barat, Gaudeamus Igitur menjadi lagu perjuangan kebebasan akademi.
"Life is my college. May I graduate well, and earn some honors!” —Louisa May Alcott