
Ilustrasi foto: James Yarema/Unsplash
Uzone.id – Seleksi spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz memasuki babak baru. Setelah tahapan lelang harga rampung digelar pada hari ini, Selasa (7/7), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi melanjutkan proses ke tahap pemilihan blok frekuensi yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Juli 2026.
Dari keterangan resmi Komdigi, tahapan ini menjadi salah satu penentu dalam proses seleksi karena akan menentukan blok spektrum yang nantinya digunakan masing-masing operator seluler untuk mengembangkan jaringan bergerak di Indonesia.Komdigi menjelaskan, seluruh peserta yang mengikuti lelang harga dinyatakan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya. Tiga operator yang masih bertahan dalam proses seleksi tersebut adalah Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan XLSmart, baik untuk pita frekuensi 700 MHz maupun 2,6 GHz.
“Sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Seleksi, proses seleksi kini dilanjutkan ke tahapan Pemilihan Blok Pita Frekuensi Radio yang dijadwalkan berlangsung selama 3 (tiga) hari kerja pada 8-10 Juli 2026,” tulis pihak Komdigi di dalam keterangan resmi di situsnya.
Adapun tahapan tersebut dibagi menjadi enam agenda utama, yakni:
Artinya, peserta seleksi tidak hanya menentukan blok spektrum yang akan diperoleh, tetapi juga mulai menetapkan komitmen pembangunan jaringan di wilayah yang menjadi bagian dari kewajiban lisensi.
Setelah seluruh rangkaian tersebut selesai, Tim Seleksi akan mengumumkan hasil akhir secara terbuka melalui laman resmi Komdigi. Informasi yang dipublikasikan nantinya meliputi daftar peringkat hasil seleksi, besaran harga penawaran masing-masing peserta, serta alokasi blok frekuensi yang diperoleh setiap operator.
Komdigi menyatakan seluruh proses seleksi dirancang agar berlangsung secara transparan dan kompetitif, sekaligus mampu menghasilkan alokasi spektrum yang mendukung pemerataan infrastruktur digital nasional.
Setelah tahapan pemilihan blok ini selesai, Tim Seleksi akan mempublikasikan Hasil Seleksi secara transparan melalui laman resmi Komdigi.
“Pengumuman hasil akhir akan memuat Daftar Peringkat Hasil Seleksi, Besaran Harga Penawaran masing-masing Peserta, serta Alokasi Blok Pita Frekuensi Radio yang didapatkan pada setiap objek seleksi,” tulis Komdigi lagi.
Seleksi spektrum ini merupakan kelanjutan dari proses yang telah dimulai beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, ketiga operator telah lolos evaluasi administrasi dan mengikuti tahapan lelang harga yang dilaksanakan pada 7 Juli 2026.
Pita 700 MHz dikenal memiliki jangkauan sinyal yang lebih luas sehingga efektif memperluas cakupan layanan hingga wilayah pinggiran, sedangkan pita 2,6 GHz menawarkan kapasitas yang lebih besar untuk mendukung trafik data yang semakin tinggi.
Hasil seleksi ini dipercaya akan menjadi salah satu fondasi penting bagi strategi pengembangan jaringan masing-masing operator dalam beberapa tahun mendatang, termasuk perluasan layanan 5G dan peningkatan kualitas broadband bergerak.
Meski demikian, pelanggan kemungkinan belum akan langsung merasakan dampaknya dalam waktu dekat. Setelah proses seleksi selesai, operator masih perlu menjalankan berbagai tahapan lanjutan, mulai dari pemenuhan komitmen pembangunan hingga implementasi jaringan sesuai blok frekuensi yang diperoleh.
Melalui proses seleksi ini, pemerintah berharap alokasi spektrum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat pemerataan akses internet, meningkatkan kualitas layanan seluler, serta mendukung transformasi digital di berbagai wilayah Indonesia.