icon-category Lifestyle

Orbiting, Istilah Baru dalam Pacaran yang Perlu Kamu Waspadai

  • 20 Dec 2018 WIB
  • Bagikan :

    Ada banyak istilah dalam pacaran untuk menggambarkan kondisi, perasaan, atau status antara kamu dan si dia. Mulai dari LDR (hubungan jarak jauh), HTS (hubungan tanpa status), ghosting yang menggambarkan situasi saat pacar atau gebetan menghilang tanpa penjelasan, sampai yang terbaru yaitu orbiting.

    Orbiting? Apa, tuh?

    Dikutip dari New York Times, orbiting adalah keadaan ketika mantanmu masih kepoin media sosial kamu, dengan menjadi yang pertama menonton Instagram Story, like foto, atau kalau nekat, meninggalkan komentar di unggahanmu.

    Memang, sih, putus setelah pacaran berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun itu berat. Makanya, mengintip media sosial mantan mungkin menjadi cara mudah untuk mengetahui keadaannya tanpa harus menghubunginya secara langsung.

    Tapi kamu perlu hati-hati, karena orbiting ini enggak sehat, lho. Orbiting berpotensi memunculkan kembali perasaan sedih saat baru putus.

    "Memang apa skenario terbaiknya? Kamu bakal melihat foto-foto dia yang tersiksa setelah kalian berpisah? Bagaimana kalau kamu justru akan melihatnya senang-senang dengan pacar baru? Apakah hal itu akan membuatmu merasa lebih baik? Aku rasa jawabannya enggak," ujar Rachel O'Neill, seorang konselor klinis, kepada Teen Vogue, Kamis (20/12).

    Selain merugikan si 'pelakunya', perilaku orbiting juga berdampak negatif kepada 'korban'. Bisa jadi karena tahu kamu masih memberikan perhatian, dia yang sedang berusaha untuk move on, juga kembali merasakan dan mengingat sakitnya putus cinta. 

    "Orbiting bisa memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang mengingatkan akan masa lalu. Ini hanya menjebak kalian berdua dalam perasaan kalut, yang membuat keadaan semakin sulit untuk diselesaikan," lanjut O'Neill.

    Duh, sudah kayak lingkaran setan, dong?

    Yap! Karena itu, kalau perlu kamu berhenti, deh, follow atau bahkan block saja si mantan dari media sosial. Hubungan kalian, kan, sudah selesai. Untuk apa mencoba jadi teman kalau rasanya menyakitkan?

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini