
Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan Orchid Forest Cikole di Lembang, Bandung yang menerapkan destinasi digital pada Jumat (24/8).
Dia menuturkan konsep yang diterapkan di tempat ini digemari wisatawan, lokal maupun asing. Arief juga menuturkan perubahan perilaku, terutama untuk generasi milenial.
"Sudah tidak bisa dibantah lagi perilaku manusia saat ini sudah bergeser. Terlebih wisatawan milenial atau future customers. Tahun ini diproyeksikan US$17 miliar. Tahun 2019 US$20 miliar," ujarnya.
Kementerian menilai upaya untuk menggenjot industri pariwisata adalah memperluas promosi dan pemasaran, serta pengembangan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Selain itu, juga mengembangkan destinasi wisata yang baru, termasuk yang ada di Cikole kali ini.
Lihat juga:Crossborder NTT Bakal Dihentak Lagi |
CEO Orchid Forest Cikole Maulana 'Barry' Akbar mengatakan pihaknya terus mengembangkan Orchid Forest Cikole sebagai destinasi digital dengan teknologi terkini.
"Ke depan kami akan memasang sensor gerak dan suara sehingga keitka pengunjung berjalan-jalan keliling taman pada malam hari, lampu taman akan menyala sendiri di sekitar pergerakan orang," kata Barry.
Orchid Forest juga menampilkan atraksi pada malam hari, melalui taburan cahaya lampu. Cahaya warna-warni menyorot ke arah batang-batang pinus yang usianya sudah ratusan tahun.
Ada pula Garden of Light, instalasi taman lampu yang interaktif mirip bunga yang berganti-ganti warna.
Permainan cahanya di malam hari ini relatif romatis dan menarik perhatian wisatawan milenial. Misalnya, Wood Bridge atau jembatan gantung sepanjang 150 meter yang menyala di malam hari.
"Ada teras paphio, lapangan multifungsi, ada aphitheathre dengan tempat duduk dari kayu untuk menyaksikan atraksi," kata Barry.
Menurutnya, sejak beroperasi tahun 2017 pengunjung ke Orchid Forest terus meningkat. Rata-rata 1.000 orang per-hari, bahkan saat libur Idul Fitri mencapai 10.000 wisatawan perhari.