
-
“Di Venezuela, kontes kecantikan bukan lomba melainkan agama” ujar Irene Saez, mantan Miss Universe dan Miss Venezuela 1980-an dalam sebuah laporan bertajuk "Caracas Journal; A Venezuelan Factory Line That Is Adeot at Assembling Beauty".
Laporan itu terbit 22 tahun silam, tepatnya pada Desember 1997. Kuatnya tradisi kontes kecantikan di masyarakat Venezuela rupanya membuat laporan yang muncul di New York Times tersebut tetap relevan dibaca hingga bertahun-tahun berikutnya, termasuk hari ini ketika Venezuela diguncang krisis politik berkepanjangan.
Pernyataan senada terlontar dari Patricia Zavala ketika diwawancarai ABCNews pada 2009.
“Ajang Miss Venezuela itu seperti Super Bowl,” kata Zavala, seorang kontestan Miss Venezuela. Zavala yang waktu itu berusia 24 tahun tengah menggambarkan kontes kecantikan yang diselenggarakan di tempat berkapasitas 20.000-an pengunjung. Warga yang tidak bisa masuk ke area acara memilih berdesakan di sepanjang trotoar jalan raya untuk menyoraki kontestan favorit mereka.
Para orangtua yang menyaksikan kontes dari layar televisi di rumah berharap anak perempuan mereka bisa tampil di kontes Miss Venezuela, berlaga di ajang Miss World (atau Miss Universe), lalu punya kehidupan baru yang bergelimang harta.
Imajinasi kolektif itu muncul sejak 1952, ketika kontes Miss Venezuela pertama kali diselenggarakan di negara penghasil minyak ini. Awalnya kontes diselenggarakan produsen baju renang yang bekerjasama dengan maskapai Pan America. Jenis penyelenggara dan format acara dibikin serupa dengan Miss World.
Para gadis yang menonton kontes pun jadi punya mimpi serupa.
“Acara itu sangat inspiratif. Aku senang menyaksikan perempuan yang bisa memperlihatkan bakat kepada orang-orang di seluruh dunia,” kata Johandrys Colls (16 tahun) seperti yang dimuat NBC News, Juli 2018.
Usia Colls baru enam tahun kala pertama kali menonton kontes kecantikan di televisi. “Setelah nonton, aku langsung mengambil sepatu hak tinggi ibuku dan meniru gaya para putri kecantikan,” katanya.
Bagi Colls, berlaga di kontes kecantikan bukan impian muluk-muluk untuk warga Venezuela yang tinggal di rumah beratap seng bekas yang dibangun di area kumuh dekat Caracas, ibukota Venezuela.

Lantas, siapa yang membiayai operasi plastik itu?
Menulis “Pimping Out Miss Venezuela” di New York Times (19/5/2018), Tal Abbady menyatakan selama puluhan tahun tersebar rumor bahwa kontestan dipaksa berhubungan seks dengan laki-laki tajir dan berkuasa agar mereka bisa membayar operasi, kurus kecantikan, dan mendapat uang guna membeli busana dan aksesoris.
Sousa berperan memperkenalkan kontestan dengan pria-pria kaya.
Awal tahun lalu, NBC Chicago melaporkan bahwa penyelenggaraan Miss Venezuela terpaksa ditunda. Pihak penyelenggara didesak untuk berbenah setelah muncul tuduhan prostitusi dan korupsi yang melibatkan para petingginya.
Sousa, yang dinilai bertanggungjawab atas serangkaian skandal tersebut, telah mengundurkan diri sebelum tuduhan dilayangkan.
“Kalau kamu jadi kontestan Miss Venezuela artinya kamu siap melacurkan diri,” kata Patricia Velasquez, runner up Miss Venezuela 1989. Velasquez tak malu mengakui telah menjalin relasi dengan seorang pria tua yang mengongkosi seluruh kebutuhannya dan menghadiahinya sebuah apartemen pada 1989. “Waktu itu, aku enggak mengaku kalau kami dekat,” katanya.
Menicucci pun mengalami hal serupa. Sousa memperkenalkannya pada seorang pengacara kaya yang usianya 25 tahun di atas Menicucci. Akhirnya mereka menikah. Menicucci kini bekerja sebagai desainer busana, aktris, dan filantropis.
“Ya, kita tinggal di negara yang perempuannya bahkan rela jual diri untuk beli sabun,” kata Esteban Velásquez, pelatih kontestan.
Guardian menyebut Venezuela sebagai negara dengan tingkat konsumsi produk kosmetik terbesar. “Di sini kecantikan wajah adalah nilai yang sangat penting,” kata Titina Penzini, penulis buku panduan fesyen 100% Chic. Pendapat senada juga keluar dari Jose Rafael Briceno, seorang pelatih pidato kontestan kecantikan. “Di sini orang lebih baik mati ketimbang dianggap jelek,” katanya kepada ABC.
Impian jadi cantik dan kaya berdampak pada larisnya sekolah kecantikan di Caracas. Sekolah milik mantan Miss Venezuela Andrea Reyes itu terbuka bagi siapapun yang berusia 4-24 tahun. Para peserta diajari cara berjalan, berdandan, dan bersikap.
“Kamu bisa mati kelaparan kalau jadi orang yang terobsesi kecantikan tapi tak mampu jadi kontestan Miss Venezuela,” kata Reyes.
Baca juga artikel terkait MISS VENEZUELA atau tulisan menarik lainnya Joan Aurelia