Gadget

Pasar Smartphone Indonesia Turun 6 Persen

  • 21 November 2021
  • Bagikan :
    Pasar Smartphone Indonesia Turun 6 Persen

     

    Uzone.id - Dampak pandemi Covid-19 mulai terasa di kuartal ketiga tahun ini, khususnya di pasar Indonesia. Menurut analisis Counterpoint Research, pengapalan smartphone di Indonesia turun 6 persen yoy. Namun begitu, pasar masih tetap bisa menjaga stabilitas jumlah pengiriman.

    Yang menarik, dalam data Counterpoint Research, OPPO telah berhasil menduduki posisi pertama pasar ponsel di Indonesia. Perusahaan asal China itu menjadi pemimpin dengan pangsa pasar 22 persen. Data itu menunjukkan jika OPPO menjadi perusahaan smartphone yang tidak terlalu terpengaruh pada kelangkaan komponen yang terjadi di dunia.

    Samsung berada di posisi kedua. Kinerjanya dikatakan meningkat berkat peluncuran smartphone baru yang cukup menjadi trendsetter, yakni Galaxy Z Fold3 dan Flip3. Kenaikan ini juga dipicu pemulihan bertahap dari sisi produksi, dimana lockdown di Vietnam memiliki peran cukup besar. Pangsa pasar Samsung di kuartal ini mencapai 19 persen.

    smartphone q3 2021

    Vivo, Xiaomi dan realme berada di posisi berurutan 3, 4 dan 5. Yang menarik, Vivo dan Xiaomi memiliki pangsa pasar yang sama, sekitar 18 persen, sedangkan realme 12 persen.

    Baca juga: Fitur Andalan untuk Foto Produk UMKM

    "Peringkat Xiaomi turun di Q3 2021 dibandingkan kuartal sebelumnya karena dampak kelangkaan komponen. Meningkatnya biaya komponen memaksa mereka untuk menaikkan harga pada beberapa model yang ada di pasar seperti Redmi 9A, Redmi 9C, POCO M3 Pro 5G dan Redmi Note 10 5G, sekitar pertengahan Oktober," ujar Paula Ruth, Research Analyst Counterpoint Research.

    Kontribusi 5G
    Paula menjelaskan bahwa kontribusi smartphone 5G terhadap total pengiriman smartphone melonjak dari 7 persen di Q2 2021 menjadi 14 persen di Q3 2021. Counterpoint memprediksi proporsi ini meningkat menjelang akhir Q4 2021 dan seterusnya.

    Pada Q3, kata Ruth, XL Axiata lolos uji kelayakan operasional yang diwajibkan pemerintah untuk meluncurkan 5G di tanah air. Operator kemudian memulai persiapan komersialisasi 5G dengan menggelar showcase 5G di berbagai kota besar di Indonesia. Sebelumnya, Telkomsel dan Indosat telah meluncurkan 5G komersial pada Q2 2021.

    "Dengan upaya operator untuk memperluas jangkauan 5G di negara ini, preferensi konsumen terhadap smartphone 5G semakin meningkat," katanya.

    Penjualan Online
    Penjualan online selama ini identik dengan cara awal Xiaomi menjajakan smartphone mereka. Namun belakangan, hampir semua brand smartphone menjajal online channel.

    Beberapa waktu lalu, total pengiriman online tidak banyak berubah selama dua bulan pertama di kuartal ketiga. Namun festival belanja online cukup membantu mendongkraknya. Penjualan online pada September seperti Festival 9.9 memberikan kontribusi yang cukup besar dalam penjualan online.

    "Pengiriman online menyumbang 16 persen dari total pengiriman pada Q3 2021. Proporsi ini kemungkinan akan meningkat menjadi sekitar 20 persen pada akhir tahun ini," katanya.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini