PC AI Bisa Bantu Warga RI Tingkatkan Adopsi AI?

Uzone.id — Dianggap masih
tertinggal dari Singapura dan Malaysia soal adopsi AI, masyarakat
Indonesia—khususnya para pekerja kini sudah mulai memanfaatkan teknologi satu
ini dalam keseharian mereka.
Juliana Cen, Managing Director HP Indonesia bahkan menyebut
kalau sampai saat ini hanya sekitar 10 persen yang benar-benar menggunakan AI
untuk mendukung transformasi bisnis atau menciptakan produk dan layanan baru.
“Adopsi AI sebenarnya sudah 18 juta di Indonesia which is 28 persen. Tapi, manfaatnya masih berfokus pada produktivitas, dan dari hasil survey hanya 10 persen yang benar-benar digunakan dalam transformasi bisnis,” katanya dalam sesi QnA bersama awak media, Kamis, (25/06).
Ia turut menjelaskan bahwa perkembangan perangkat berbasis
AI seperti AI PC diyakini dapat mendorong adopsi AI yang lebih luas. Kehadiran
AI langsung di perangkat memungkinkan pengguna mengakses berbagai fitur pintar
dengan lebih cepat dan praktis.
“HP sendiri saat ini kami hadir dengan AI PC, dikatakan ya
itu akan lebih mempercepat lagi adopsi daripada AI itu sendiri,” ujarnya.
Dengan dukungan AI PC ini, HP menilai penggunaan AI ke depan
tidak lagi terbatas pada aktivitas sederhana seperti membuat email atau
menjawab pertanyaan melalui chatbot. Teknologi ini nantinya akan berkembang
menjadi AI agent yang mampu membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas
secara lebih mandiri.
Contohnya, ketika seseorang berencana melakukan perjalanan
ke Singapura minggu depan, AI agent dapat membantu mencari jadwal penerbangan,
rekomendasi hotel, hingga menyusun kebutuhan perjalanan secara otomatis tanpa
perlu bantuan asisten pribadi.
Konsep inilah yang menurut HP akan menjadi salah satu arah
perkembangan AI ke level berikutnya dan bisa meningkatkan adopsi AI.
AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, melainkan partner
digital yang dapat memahami kebutuhan pengguna dan membantu menyelesaikan
berbagai aktivitas sehari-hari.
Di HP sendiri, perusahaan menghadirkan HP IQ yang merupakan ekosistem cerdas yang berfungsi sebagai pusat AI di perangkat mereka.
teknologi ini menggabungkan kemampuan AI yang berjalan
langsung di perangkat (on-device AI), pengalaman perangkat yang lebih cerdas,
serta integrasi dengan HP Workforce Experience Platform.
HP IQ diklaim bisa membantu organisasi menciptakan alur
kerja yang lebih cerdas, kolaborasi yang lebih sederhana, sekaligus memberikan
visibilitas yang lebih baik bagi tim teknologi informasi (TI) terhadap seluruh
ekosistem perangkat kerja.
“Dengan solusi-solusi yang kita perkenalkan, misalnya dengan
HP IQ dan sebagainya, itu lebih ke benar-benar enggak cuma sekedar penggunaan
AI untuk sekedar produktivitas saja,” tambah Juliana.
Untuk mendorong adopsi AI di Indonesia, HP pun berkomitmen
untuk membantu organisasi di Indonesia mengadopsi AI secara praktis, aman, dan
bermakna, sekaligus mendukung keterampilan digital yang diperlukan bagi
masyarakat di dunia kerja.
“Melalui portofolio perangkat berbasis AI, intelligent
workplace solutions, kapabilitas keamanan terpercaya, serta inisiatif digital
skilling kami membantu bisnis mengurangi kompleksitas, meningkatkan
produktivitas, dan memberdayakan karyawan untuk memberikan kinerja terbaik
mereka,” tuturnya.

.jpeg%3Fdownload%3Dfalse%26amp%3Bresolution%3DHD&w=256&q=75)