
Uzone.id — Dianggap masih tertinggal dari Singapura dan Malaysia soal adopsi AI, masyarakat Indonesia—khususnya para pekerja kini sudah mulai memanfaatkan teknologi satu ini dalam keseharian mereka.
HP Work Relationship Index 2025 mencatat bahwa sebanyak 94 persen pekerja di Indonesia pernah memakai AI. Sayangnya, dari angka tersebut, hanya 28 persen saja yang secara aktif menggunakan AI dalam kesehariannya.Juliana Cen, Managing Director HP Indonesia bahkan menyebut kalau sampai saat ini hanya sekitar 10 persen yang benar-benar menggunakan AI untuk mendukung transformasi bisnis atau menciptakan produk dan layanan baru.
“Adopsi AI sebenarnya sudah 18 juta di Indonesia which is 28 persen. Tapi, manfaatnya masih berfokus pada produktivitas, dan dari hasil survey hanya 10 persen yang benar-benar digunakan dalam transformasi bisnis,” katanya dalam sesi QnA bersama awak media, Kamis, (25/06).
Ia turut menjelaskan bahwa perkembangan perangkat berbasis AI seperti AI PC diyakini dapat mendorong adopsi AI yang lebih luas. Kehadiran AI langsung di perangkat memungkinkan pengguna mengakses berbagai fitur pintar dengan lebih cepat dan praktis.
“HP sendiri saat ini kami hadir dengan AI PC, dikatakan ya itu akan lebih mempercepat lagi adopsi daripada AI itu sendiri,” ujarnya.
Dengan dukungan AI PC ini, HP menilai penggunaan AI ke depan tidak lagi terbatas pada aktivitas sederhana seperti membuat email atau menjawab pertanyaan melalui chatbot. Teknologi ini nantinya akan berkembang menjadi AI agent yang mampu membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas secara lebih mandiri.
Contohnya, ketika seseorang berencana melakukan perjalanan ke Singapura minggu depan, AI agent dapat membantu mencari jadwal penerbangan, rekomendasi hotel, hingga menyusun kebutuhan perjalanan secara otomatis tanpa perlu bantuan asisten pribadi.
Konsep inilah yang menurut HP akan menjadi salah satu arah perkembangan AI ke level berikutnya dan bisa meningkatkan adopsi AI.
AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, melainkan partner digital yang dapat memahami kebutuhan pengguna dan membantu menyelesaikan berbagai aktivitas sehari-hari.
Di HP sendiri, perusahaan menghadirkan HP IQ yang merupakan ekosistem cerdas yang berfungsi sebagai pusat AI di perangkat mereka.
teknologi ini menggabungkan kemampuan AI yang berjalan langsung di perangkat (on-device AI), pengalaman perangkat yang lebih cerdas, serta integrasi dengan HP Workforce Experience Platform.
HP IQ diklaim bisa membantu organisasi menciptakan alur kerja yang lebih cerdas, kolaborasi yang lebih sederhana, sekaligus memberikan visibilitas yang lebih baik bagi tim teknologi informasi (TI) terhadap seluruh ekosistem perangkat kerja.
“Dengan solusi-solusi yang kita perkenalkan, misalnya dengan HP IQ dan sebagainya, itu lebih ke benar-benar enggak cuma sekedar penggunaan AI untuk sekedar produktivitas saja,” tambah Juliana.
Untuk mendorong adopsi AI di Indonesia, HP pun berkomitmen untuk membantu organisasi di Indonesia mengadopsi AI secara praktis, aman, dan bermakna, sekaligus mendukung keterampilan digital yang diperlukan bagi masyarakat di dunia kerja.
“Melalui portofolio perangkat berbasis AI, intelligent workplace solutions, kapabilitas keamanan terpercaya, serta inisiatif digital skilling kami membantu bisnis mengurangi kompleksitas, meningkatkan produktivitas, dan memberdayakan karyawan untuk memberikan kinerja terbaik mereka,” tuturnya.