
Uzone.id — Zen JV, perusahaan pemilik situs pencarian kerja online global CareerBuilder resmi menyelesaikan proses likuidasi mereka pada hari ini, Rabu, (08/10). Dengan begitu, nasib CareerBuilder pun benar-benar ditutup dan tak beroperasi lagi.
Kebangkrutan ini terjadi hanya 1 tahun setelah CareerBuilder merger dengan platform lowongan kerja lainnya, yaitu Monster. Sang CEO, Jeff Furman mengatakan kalau kejatuhan perusahaan mereka terjadi karenaMengutip dari Bloomberg, Jeff Furman, CEO CareerBuilder + Monster, mengatakan dalam pernyataan bahwa bisnis mereka terdampak oleh lingkungan makroekonomi yang menantang dan tidak pasti.
Tak hanya itu, Jeff juga menyalahkan AI atas kejatuhan perusahaan mereka. Menurutnya, persaingan yang ketat dengan platform-platform yang sudah dibekali dengan AI menjadi salah satu alasan perusahaan mengalami krisis hingga akhirnya jatuh bangkrut.
FYI, CareerBuilder juga pernah beroperasi di Indonesia pada tahun 2012 dan situsnya pun sempat memiliki lebih dari 20 ribu lowongan kerja di Indonesia hanya dalam waktu 3 tahun.
CareerBuilder sendiri sudah mengajukan kebangkrutan (bankruptcy filing) semenjak bulan Juni 2025 lalu. Setelah itu, mereka menjual semua aset termasuk bisnis yang terhubung ke CareerBuilder dan Monster untuk membayar hutang mereka sebesar USD363 juta.
Tapi, hasil penjualan aset mereka ini hanya sekitar USD67 juta saja dan tidak bisa menutup hutang-hutang tersebut. Nah, dengan keputusan penyelesaian likuidasi ini, akhirnya diputuskan kalau induk CareerBuilder hanya perlu membayar sebesar 10 persen saja.
Jadi para kreditur atau pihak yang memberi pinjaman dan pemegang obligasi hanya bisa mendapat sebagian kecil saja dari uang yang seharusnya mereka terima.
CareerBuilder sendiri merupakan salah satu pelopor situs pencarian kerja yang berdiri semenjak tahun 1995 lalu, lebih tua dari platform populer serupa yang saat ini menguasai pasar seperti Glints dan aplikasi LinkedIn.