
Uzone.id — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi meluncurkan program beasiswa untuk para talenta digital berupa pelatihan Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas talenta-talenta digital lokal di sektor ekonomi kreatif, khususnya dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong produktivitas kerja.Kali ini, Kemenkraf mengusung tema ‘Productivity with AI Bootcamp’ yang ditujukan untuk menguatkan talenta digital sebagai kunci dalam membuat talenta AI nasional lebih siap.
Hadirnya program beasiswa ini juga didorong oleh data Buku Putih Peta Jalan AI Nasional 2025 dimana sekitar 36 persen tenaga kerja Indonesia membutuhkan pelatihan baru, dengan rincian 30 persen perlu peningkatan keterampilan (upskilling) dan 22 persen membutuhkan pelatihan ulang (reskilling).
BDT 2026 sendiri dirancang sebagai pelatihan digital intensif dengan sistem online self-paced, yang menggabungkan kemampuan teknis (hard skill) dan interpersonal (soft skill). Kurikulumnya mengacu pada standar industri global dan dikembangkan bersama Dicoding Indonesia.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam, mengatakan program ini hadir untuk menjawab kesenjangan keterampilan di era digital.
“Program Badan Ekraf Digital Talent dirancang untuk menjawab persoalan skill gap and talent gap sekaligus memastikan para peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi, termasuk AI. Melalui Program BDT 2026, kami ingin menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan talenta digital yang kompeten,” ungkapnya.
Program ini mengusung tema “Productivity with AI Bootcamp”, dengan fokus pada peningkatan kemampuan praktis dalam penggunaan AI. Peserta nantinya akan mempelajari berbagai hal, mulai dari penggunaan alat AI untuk efisiensi kerja, pemilihan tools yang tepat, hingga teknik prompt engineering.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) jika menggandeng startup Dicoding sebagai partner.
CEO Dicoding, Narendra Wicaksono, menyebut kalau kolaborasi dengan Ekraf sudah berjalan sejak 2016 dan telah menghasilkan berbagai dampak positif.
Ia menyebut, program-program yang dijalankan bersama telah menghasilkan lebih dari 15 ribu sertifikasi IT, menjangkau 215 ribu talenta digital, serta memberikan dampak ekonomi hingga ratusan miliar rupiah.
“Hasil survei Dicoding menyebut 86 persen developer udah menggunakan AI dan 94 persen developer di antaranya sudah merasakan lonjakan produktivitas. Dicoding menyambut positif inisiatif BDT 2026 yang akan melatih peserta untuk menyederhanakan proses kerja menuju utilisasi AI yang lebih terukur dan berdampak meningkatkan portofolio profesional mereka,” lanjut Narendra.
Dibuka hingga 31 Mei 2026, program BDT 2026 sendiri akan membuka kuota untuk 2.200 peserta dari seluruh Indonesaia dan isa diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat. Seluruh pelatihan dilakukan melalui platform learning management system (LMS) Dicoding.