
Uzone.id – Sejak awal tahun, pemerintah tengah menyusun peta jalan (roadmap) AI. Dalam penyusunannya, pemerintah telah menyelenggarakan berbagai forum diskusi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan peta jalan disusun secara komprehensif.
Tim penyusunnya terdiri dari kementerian atau lembaga terkait yang terdiri dari berbagai instansi, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Nantinya, roadmap ini akan menjadi pedoman resmi pembangunan ekosistem AI di Indonesia yang inklusif dan bertanggung jawab.Sejauh ini, Nezar Patria menyatakan bahwa diskusi mengenai roadmap AI dengan para pemangku kepentingan berjalan dengan baik. Proses penyusunan draft untuk roadmap AI juga sudah selesai.
“Kita sudah menyelesaikan draft-nya. Berdasarkan diskusi yang kita lakukan dengan para stakeholder, ada tujuh pokja yang terlibat dan setiap kali diskusi diikuti dengan cukup antusias oleh para stakeholder, bisa mencapai 350 orang sekali diskusi. Dan kita sudah melakukan rangkaian diskusi ini hampir 6 minggu, 21 kali pertemuan. Dan hasilnya cukup bisa merepresentasikan kepentingan dari stakeholder yang ada,” ungkap Nezar saat bertemu dalam acara AI Untuk Kita Semua: Lindungi Indonesia dari Spam dan Scam, (7/8).
Nantinya, akan ada dua rancangan regulasi. Rancangan pertama berkaitan dengan roadmap AI, sementara yang kedua merupakan rancangan terkait aspek keselamatan dan keamanan. Kedua rancangan tersebut disebutkan akan segera memasuki proses konsultasi publik.
“Insyaallah minggu ini atau minggu depan, kita akan upload (rancangannya) di website untuk menerima masukan dari publik.”
Kemudian, langkah selanjutnya setelah pelaksanaan konsultasi publik, akan disusul oleh penyusunan draf yang akan dikirimkan ke Sekretariat Negara untuk selanjutnya dilakukan proses harmonisasi.
“Kita harapkan prosesnya bisa selesai berdasarkan timeline kita di akhir September,” tutup Nezar.