
Uzone.id - Pertumbuhan pasar motor listrik Indonesia memang tidak signifikan, namun PT Astra Honda Motor (AHM) mengakui terdapat tren kenaikan peminat.
Octavianus Dwi selaku Direktur Pemasaran PT AHM menyebutkan secara total memang pasar motor listrik turun, namun diyakini proyeksinya bisa sampai 40 ribu unit."Tahun ini proyeksi saya total market (motor listrik) bisa 40 ribu. Ya total market (semua merek)," ujar Octa saat ditemui awak media di IMOS 2025.
Penurunan terjadi sejak berhentinya subsidi Rp7 juta dari pemerintah, menurut Octa.
"Total market malah tidak naik, sejak tidak ada subsidi, ada sedikit koreksi," lanjutnya.
Namun Honda optimis, karena mengalami pertumbuhan penjualan motor listrik. Terutama usai memberikan diskon besar-besaran pada produk CUV e: beberapa bulan lalu.
"Kalau Honda naik (penjualan dari tahun lalu)," sebutnya.
Motor listrik yang mendapat diskon besar-besaran tentu menjadi lebih ramah di kantong konsumen, sehingga banyak yang tertarik untuk membawanya pulang.
Ditambah lagi Honda CUV e:, menjadi motor listrik dengan jarak tempuh yang canggih berkat penggunaan baterai ganda.
Kombinasi di atas, membuat CUV e: memiliki total penjualan paling banyak bahkan dibandingkan EM1 e: dan ICON e:.
"Yang paling banyak penjualannya CUV e:, range jauh, baterainya double. Komposisi bisa 60 persen 70 persen dari penjualan kami, sisanya EM1 e: dan ICON e:," ungkapnya.
Perlu diketahui, beberapa bulan lalu Honda CUV e: mendapatkan diskon besar-besaran hingga mencapai Rp40 juta. Dengan diskon yang besar tersebut, membuat banderol motor listrik tercanggih Honda bisa dibawa pulang hanya dengan kocek Rp19 jutaan saja.
Dengan nilai tersebut, tentu banyak yang membandingkan dengan Honda BeAT series sebagai skutik entry level pabrikan sayap mengepak tersebut.
Berbekal teknologi yang lebih canggih, seperti panel meter full TFT, konektivitas RoadSync Duo, hingga remote keyless tentu banyak yang lebih memilih Honda CUV e: ketimbang BeAT pada saat promo.
Bahkan motor listrik Honda CUV e: memang cukup bersaing dengan motor bensin di kelas 125 cc sekalipun. Hal ini berkat penggerak mid drive DC Brushless berkekuatan 6 kW dan torsi 22 Nm yang membuatnya bisa melaju hingga 83 km/jam dan jarak tempuhnya mencapai 80,7 km.
Pada kondisi normal tanpa diskon, Honda CUV e: dijual dengan harga Rp34,45 juta, ditambah dua baterai harganya menjadi 54,45 juta OTR Jakarta. Lalu Honda CUV e: tipe RoadSync Duo dipasarkan sebesar Rp39,65 juta, jika ditambah dua baterai maka harganya menjadi Rp59,65 juta untuk OTR Jakarta.