Home
/
ESG

Penanganan Stunting Gak Cuma Pakai Gizi Saja, Tapi Juga Pakai Data

Pemerintah menargetkan stunting turun ke 17,5% tahun ini, ditangani Kemenkes dua tahap didukung DMS Metranet untuk data akurat dan intervensi tepat.

Penanganan Stunting Gak Cuma Pakai Gizi Saja, Tapi Juga Pakai Data

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi (19,8%) dengan target penurunan menjadi 17,5% tahun ini.
  • Penanganan stunting oleh Kemenkes dilakukan dalam dua tahap utama: sasaran sebelum kelahiran (remaja & ibu hamil) dan sasaran setelah kelahiran (bayi & balita 0-24 bulan).
  • Ketersediaan data akurat sangat penting untuk memetakan keluarga berisiko dan memantau kondisi, melengkapi bantuan makanan bergizi.
  • PT Metranet mengembangkan Dashboard Manajemen Stunting (DMS) untuk membantu pemerintah daerah mengelola data stunting secara digital, termasuk memantau, menganalisis, dan menentukan intervensi.

Uzone.id — Penanganan stunting di Indonesia masih terus digalakan oleh pemerintah. Bukan tanpa alasan, angka stunting di Indonesia tergolong masih tinggi dengan prevalensi stunting di Indonesia tercatat sebesar 19,8 persen.

Pemerintah pun menargetkan angka stunting ini turun menjadi 17,5 persen di tahun ini dengan beragam penanganan dari berbagai pihak. 

Saat ini, penanganan ini dilakukan dengan 2 tahap utama oleh Kemenkes yaitu sasaran sebelum kelahiran (Remaja & Ibu Hamil) dan sasaran setelah kelahiran (Bayi dan Balita Usia 0–24 Bulan).

Terlepas dari ini, penanganan stunting pun tak cukup hanya dengan bantuan makanan bergizi saja. Ketersediaan data yang akurat juga punya peran penting dimana pemerintah Indonesia–dalam hal ini adalah Kementerian Kesehatan, bisa mengetahui keluarga yang membutuhkan bantuan dan memantau kondisi mereka.

Data yang presisi amat sangat membantu pemerintah untuk memetakan keluarga yang berisiko stunting di setiap pelosok di Indonesia, memantau kondisi di lapangan, hingga menentukan prioritas intervensi.

Hal ini pun sejalan dengan kehadiran Dashboard Manajemen Stunting atau DMS yang dikembangkan oleh PT Metranet. Dashboard ini diatur membantu pemerintah memantau, mengelola, dan menganalisis data stunting.




Dashboard Manajemen Stunting (DMS) yang dikembangkan Metranet ini dapat membantu pemerintah daerah mengelola data stunting secara digital. Melalui platform ini, pemerintah dapat:

  1. Memantau data: Melihat kondisi dan perkembangan kasus stunting.
  2. Menganalisis data: Membantu mengidentifikasi wilayah atau kelompok yang membutuhkan perhatian.
  3. Menentukan langkah: Menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program penanganan stunting yang lebih tepat sasaran.

Melalui teknologi ini, DMS bisa memetakan jumlah bayi dalam usia tertentu untuk kemudian dikelompokkan dalam sejumlah indikator terkait risiko dan kondisi yang berhubungan dengan stunting.

Salah satu data yang ada dalam DMS ini adalah data terkait ibu hamil dan juga bayi bawah dua tahun (Baduta).


Salah satu data yang dibagikan adalah soal Kurva Pertumbuhan KIA, Kurva Perkembangan KKA, Kondisi Jamban/Sanitasi, Kurva Perkembangan KKA, Kehadiran pada Posyandu/BKB, Keterpaparan Rokok, dan Sumber Air Minum Utama.




Berdasarkan Dashboard Management Stunting pada kategori Bayi Bawah Dua Tahun (BADUTA), terdapat 28.494 data yang tercatat pada periode Januari hingga Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.695 data masuk kategori “Ya” pada indikator kurva pertumbuhan KIA, sedangkan 799 lainnya masuk kategori “Tidak”. 

Dengan data-data ini, pemerintah/pihak kementerian bisa melihat faktor dan cara penanganannya untuk pencegahan stunting.

Selain data, Metranet juga ikut terlibat dalam menyalurkan bantuan sembako kepada 27 keluarga sasaran di Kota Pekalongan lewat program GENTING. Bantuan disalurkan di Puskesmas Medono pada 17 September 2026 sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

 

FAQ Artikel

Berapa prevalensi stunting di Indonesia saat ini dan apa target pemerintah?

Prevalensi stunting di Indonesia tercatat 19,8 persen, dan pemerintah menargetkan penurunan menjadi 17,5 persen tahun ini.

Bagaimana Kemenkes melakukan penanganan stunting?

Penanganan stunting dilakukan dengan dua tahap utama: sasaran sebelum kelahiran (remaja & ibu hamil) dan sasaran setelah kelahiran (bayi & balita usia 0–24 bulan).

Mengapa data akurat penting dalam penanganan stunting?

Data presisi amat sangat membantu pemerintah untuk memetakan keluarga yang berisiko stunting, memantau kondisi di lapangan, hingga menentukan prioritas intervensi.

Apa peran Dashboard Manajemen Stunting (DMS) yang dikembangkan PT Metranet?

DMS membantu pemerintah daerah mengelola data stunting secara digital dengan memantau, menganalisis, dan menentukan langkah untuk program penanganan stunting yang lebih tepat sasaran.

Vina Insyani

Vina Insyani

Jurnalis

Jurnalis yang berfokus untuk memantau tren viral di sekitar kalian serta mengulik isu yang ramai dibahas di ruang digital.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article