Pendiri TikTok Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Sentuh Rp1.800 T
Pendiri ByteDance, Zhang Yiming, kini orang terkaya di Asia (USD105 miliar) berkat valuasi perusahaannya yang melonjak didorong TikTok dan ekspansi AI.

Highlight Artikel
- Pendiri ByteDance, Zhang Yiming, kini didapuk sebagai orang terkaya di Asia dengan kekayaan USD105 miliar per September 2026.
- Ia berhasil menyalip miliarder India Gautam Adani dan telah menyandang predikat orang terkaya di China sejak Maret lalu.
- Sebagian besar kekayaan Zhang berasal dari ByteDance, perusahaan induk TikTok, yang juga agresif berekspansi ke bisnis AI.
- Pengembangan produk AI seperti chatbot Doubao dan alat pembuat video AI Seedance turut mendorong kenaikan valuasi ByteDance dan kekayaan Zhang.
Uzone.id — Pendiri ByteDance,
Zhang Yiming, kini didapuk menjadi orang terkaya di Asia setelah kekayaannya
menembus USD105 miliar atau sekitar Rp1.862 triliun per Rabu, (17/09). Ini jadi
kali pertama untuk Zhang setelah Maret lalu, dirinya sudah lebih dulu menyandang
predikat orang terkaya di China.
Kekayaan Zhang yang saat ini dimiliki meningkat sangat
pesat, bahkan bertambah lebih dari delapan kali lipat dibandingkan Maret 2019,
ketika Bloomberg mencatat hartanya sekitar USD13 miliar saja.
Sementara itu, kekayaan milyader asal India Gautam Adani sebelumnya sempat mencapai sekitar USD120 miliar pada Juni 2026 dan kini punya harta hampir setara dengan Yiming, yaitu sebesar USD105 miliar.
Jumlah harta Adami sendiri turun dalam beberapa bulan
terakhir gara-gara tekanan pasar yang berkaitan dengan kenaikan harga minyak
dan imbal hasil obligasi.
Melansir dari Bloomberg Billionaire Index, Yiming kini
berada di peringkat 18 orang terkaya di dunia, dan Gautam Adani berada di
posisi ke-19.
Sebagian besar kekayaan Zhang berasal dari ByteDance,
perusahaan induk TikTok yang kini menjadi salah satu perusahaan media sosial
terbesar di dunia.
Gak cuma itu, kenaikan kekayaan Zhang juga terjadi setelah
ByteDance melewati sejumlah tantangan regulasi dan geopolitik terkait TikTok,
khususnya di Amerika Serikat.
Awal tahun ini, ByteDance mengalihkan sebagian operasi
TikTok di AS kepada investor Amerika. Langkah tersebut membantu perusahaan
melewati periode ketidakpastian mengenai masa depan TikTok di negara tersebut.
ByteDance juga semakin agresif masuk ke bisnis AI dengan
mengembangkan berbagai produk AI, termasuk chatbot Doubao dan alat pembuat
videop berbasis AI Seedance–yang kini banyak digunakan untuk membuat cuplikan
video AI.
Perkembangan bisnis AI ByteDance juga ikut mendorong kenaikan valuasi perusahaan dan pada akhirnya meningkatkan kekayaan Zhang. Menurut Bloomberg, perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana bisnis AI mulai menciptakan kekayaan yang dapat menyaingi industri tradisional seperti energi dan ritel.
Lian Jye Su, Chief Analyst di perusahaan riset Omdia,
mengatakan Zhang berhasil mempertahankan fokus ByteDance pada investasi AI.
“Dia memainkan kartunya dengan tepat,” kata Su, dikutip dari
The Economic Times, Kamis, (17/09).
Zhang bahkan tetap berani berinvestasi di bidang AI di
tengah tekanan dan pengawasan ketat terhadap TikTok di Amerika Serikat.
Hasilnya, produk dan layanan berbasis AI kini menjadi salah
satu peluang terbesar ByteDance di luar bisnis video. Namun, persaingan yang
semakin ketat di industri AI China juga menjadi salah satu risiko bagi
perusahaan.
FAQ Artikel
Siapa Zhang Yiming dan mengapa ia menjadi sorotan?
Zhang Yiming adalah pendiri ByteDance (perusahaan induk TikTok) yang kini didapuk sebagai orang terkaya di Asia setelah kekayaannya menembus USD105 miliar atau sekitar Rp1.862 triliun per September 2026. Ini adalah kali pertama ia menyandang predikat tersebut.
Bagaimana kekayaan Zhang Yiming bisa meningkat pesat?
Kekayaan Zhang Yiming bertambah pesat, bahkan lebih dari delapan kali lipat sejak Maret 2019 dan bertambah lebih dari USD12 miliar pada September 2026. Peningkatan ini terjadi setelah Bloomberg memperbarui valuasi ByteDance, didorong oleh kesuksesan TikTok dan ekspansi agresif perusahaan ke bisnis AI.
Apa peran AI dalam kenaikan valuasi ByteDance dan kekayaan Zhang Yiming?
ByteDance semakin agresif masuk ke bisnis AI dengan mengembangkan berbagai produk AI, termasuk chatbot Doubao dan alat pembuat video berbasis AI Seedance. Perkembangan bisnis AI ini turut mendorong kenaikan valuasi perusahaan, yang pada akhirnya meningkatkan kekayaan Zhang Yiming.
Vina Insyani
Jurnalis

