Pengendara Wajib Gunakan Lampu dan Klakson Saat Kabut Asap Karhutla
Kabut asap karhutla mengurangi jarak pandang sehingga membahayakan pengendara; menyalakan lampu dan membunyikan klakson penting demi mencegah kecelakaan.

Highlight Artikel
- Kabut asap karhutla sangat berbahaya bagi pengendara bermotor karena dapat mengganggu dan mengurangi jarak pandang secara drastis.
- Instruktur Safety Riding Jusri Pulubuhu menyarankan untuk selalu menyalakan lampu kendaraan (depan dan belakang) agar mudah terdeteksi pengendara lain.
- Pengendara juga dianjurkan membunyikan klakson sesering mungkin sebagai alat komunikasi, terutama untuk objek statis atau pejalan kaki.
- Lampu dianggap lebih efektif sebagai alat komunikasi visual karena dapat dideteksi dari berbagai arah oleh pejalan kaki maupun pengendara lain.
Uzone.id - Kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tentu berbahaya bagi pengendara bermotor. Jika terpaksa berkendara saat kondisi ini terjadi, ada beberapa tips yang bisa dilakukan.
Jusri Pulubuhu selaku Instruktur Safety Riding di Jakarta Defensive Driving Consultant mengatakan kabut asap karhutla tentu mengganggu jarak pandang semua pengemudi."Kita sudah tahu potensi risikonya adalah kecelakaan yang diakibatkan terjadinya defisiensi visibilitas atau terjadinya penurunan kemampuan mata kita mendeteksi area di sekeliling motor," ujar Jusri saat dihubungi Uzone.id, Senin (24/8).
Jusri memberikan tips pengendara bermotor harus melengkapi kebiasaan baru jika terpaksa harus keluar rumah menggunakan kendaraan.
Salah satunya adalah harus menyalakan lampu kendaraan saat kabut asap karhutla mengganggu jarak pandang pengemudi.
Selain itu, menghidupkan klakson sesering mungkin juga harus dilakukan pengendara sebagai alat komunikasi dengan pengendara lain.
"Maka harus melengkapi kebiasaan baru, yaitu menghidupkan lampu sebagaimana aturan dan sering membunyikan klakson. Kali ini, alat komunikasi yang paling baik adalah lampu karena mudah di komunikasi dan klakson dari sisi audio," jelas Jusri.
Menurut Jusri dari kedua alat tadi, lampu menjadi alat komunikasi dengan pengendara lain yang lebih mudah terdeteksi oleh indra manusia.
"Lampu itu bisa dideteksi oleh pejalan kaki, pengguna kendaraan lain dari arah berlawanan menuju arah kita. Sedangkan klakson lebih efektif ketika memberikan komunikasi kepada objek yang statis seperti pejalan kaki yang lebih lambat dari kita," ungkapnya.
Jusri juga mengingatkan lampu kendaraan harus berfungsi semua, artinya bukan hanya lampu depan, tetapi lampu rem juga harus ikut menyala.
"Kalau lampu, jangan hanya mengendalkan lampu depan. Tapi juga lampu belakang, karena kecelakaan itu bisa diakibatkan kesalahan orang lain. Dengan adanya lampu belakang, itu juga akan mudah dideteksi oleh orang-orang di belakang kita," pungkasnya.
Perlu diketahui, karhutla terjadi bukan hanya di Kalimantan saja, tetapi beberapa daerah lain di Indonesia juga mengalami hal yang sama.
Selain Kalimantan, karhutla juga terjadi di Sumatra, Papua, hingga Jawa yang kerap terjadi di lahan persawahan sekitar Jalan Tol Trans-Jawa.
FAQ Artikel
Apa bahaya utama kabut asap karhutla bagi pengendara bermotor?
Bahaya utamanya adalah defisiensi visibilitas atau penurunan kemampuan mata untuk mendeteksi area di sekeliling motor, yang dapat mengakibatkan kecelakaan karena gangguan jarak pandang.
Apa saja tips penting saat terpaksa berkendara di tengah kabut asap karhutla?
Tips pentingnya adalah menghidupkan lampu kendaraan (depan dan belakang) serta sering membunyikan klakson sebagai alat komunikasi dengan pengendara lain.
Mengapa penting menyalakan lampu kendaraan saat berkabut asap?
Menyalakan lampu penting karena lampu mudah dideteksi oleh pejalan kaki dan pengguna kendaraan lain dari arah berlawanan, sehingga membantu mencegah kecelakaan.
Selain lampu depan, lampu bagian mana lagi yang harus dipastikan berfungsi saat berkendara di kabut asap?
Lampu rem juga harus dipastikan berfungsi karena kecelakaan bisa diakibatkan oleh kesalahan orang lain, dan lampu belakang membantu pengendara di belakang mendeteksi posisi kita.

