
Kerajaan Arab Saudi melalui Ustaz Adi Hidayat mengirimkan bantuan kurma sebanyak 14 ton untuk pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem. Bantuan tersebut diserahkan langsung Ustaz Adi didampingi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Bali, H Bambang Susanto.
"Dengan membawa cinta sebagai sesama saudara-sebangsa, kami hadir dan menyapa saudara kami yang sedang terdampak erupsi Gn. Agung sebagai wujud musibah mereka juga musibah bagi kami," kata Bambang, Selasa (10/7).
Bambang memaparkan rombongan Ustaz Adi tiba di Bali Ahad (8/7). Sehari kemudian rombongan langsung menuju beberapa lokasi terdampak bencana Gunung Agung.
Kerajaan Arab Saudi melalui Ustaz Adi Hidayat mengirimkan bantuan kurma sebanyak 14 ton untuk pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem. Bantuan tersebut diserahkan langsung Ustaz Adi didampingi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Bali, H Bambang Susanto.
Kerajaan Arab Saudi melalui Ustaz Adi Hidayat mengirimkan bantuan kurma sebanyak 14 ton untuk pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem. Bantuan tersebut diserahkan langsung Ustaz Adi didampingi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Bali, H Bambang Susanto.
Di Karangasem, pengungsi terbanyak berada di Banjar Kreteg di Bebandem (368 orang), Banjar Juntal Kaja di Kubu (240 orang), Banjar Mantri di Bebandem (210 orang), Banjar Tengah di Bebandem (162 orang), Banjar Kastala dan rumah warga di Bebandem (158 orang), Kantor Desa Ban di Kubu (137 orang), dan Banjar Komala di Bebandem (133 orang).
Hingga pukul 12.00 WITA hari ini, Gunung Agung mengeluarkan enam kali embusan dengan amplitudo tiga hingga lima milimeter (mm) berdurasi 35-60 detik. Gunung suci umat Hindu Bali tersebut juga mengeluarkan tremor harmonik satu kali dengan amplitudo tujuh mm berdurasi 110 detik.
Masyarakat di sekitar Gunung Agung, pendaki, pengunjung, dan wisatawan diimbau tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona Perkiraan Bahaya, yaitu di seluruh area di dalam radius empat kilometer (km) dari kawah puncak.
Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder, berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.