Home
/
Headline

Penjelasan BRIN Soal Erupsi Anak Krakatau

Secara teknis, erupsi ini membentuk kolom letusan yang sangat tinggi, dengan estimasi mencapai 13 hingga 14 kilometer, bahkan menyentuh ketinggian tropopause.

Penjelasan BRIN Soal Erupsi Anak Krakatau

Bagikan :

Uzone.id - Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Letusan piroklastik terpantau mulai terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan hingga saat ini masih terus berlangsung berdasarkan pengamatan satelit. 

Aktivitas erupsi ini tidak main-main, dengan jangkauan sebaran abu vulkanik yang tercatat bergerak ke arah barat sejauh 851 kilometer.



Dampak visual dari letusan ini sangat kentara melalui citra satelit, yang menunjukkan volume letusan tebal dan masif. 

Letusan tersebut membentuk awan pirocumulus, yakni awan debu panas atau ash cloud yang kaya akan sulfur oksida. Awan pekat ini bahkan terpantau menyelimuti hingga wilayah Pulau Enggano.

Secara teknis, erupsi ini membentuk kolom letusan yang sangat tinggi, dengan estimasi mencapai 13 hingga 14 kilometer, bahkan menyentuh ketinggian tropopause. 

Prof. Dr. Erma Yulihastin, Climatologist and Professor on Climatology & Climate Change, expert on Extremes Climate and Weather at the Research Center for Climate and Atmosphere, BRIN menyoroti potensi pergerakan awan piroklastik ini ke wilayah daratan. 



"Berdasarkan simulasi, ketika kondisi cuaca mendukung, seperti adanya tekanan rendah di wilayah Banten dan dorongan angin laut yang kuat, awan tersebut berisiko bergerak menuju wilayah Serang, Banten, dan sekitarnya," ujar Erma di akun X miliknya.

Melihat skala erupsi yang teramati, masyarakat diimbau untuk terus memantau arah sebaran letusan secara berkala melalui kanal resmi, mengingat dinamika atmosfer dapat mengubah arah sebaran abu vulkanik sewaktu-waktu.

Bagja Pratama

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article