icon-category Digilife

Penjelasan 'Ilmiah' Rara Pawang Hujan Bisa Geser Awan Hitam

  • 22 Mar 2022 WIB
  • Bagikan :
    Pawang hujan Rara Istiati Wulandari saat melakukan ritual jelang race MotoGP Mandalika 2022 (Foto: Instagram @motogp)

    Uzone.id - Rara Istiati Wulandari sang pawang hujan masih jadi pembicaraan hangat netizen meskipun ajang Grand Prix Indonesia sudah dua hari berlalu.

    Pendapat netizen juga terbelah di media sosial dalam mengomentari ritual Rara dalam upaya menghentikan hujan jelang balapan kelas MotoGP di area Pertamina Mandalika International Circuit atau Sirkuit Mandalika, pada Minggu (20/3/2022).

    Sebagian netizen yang tidak percaya mengaku malu ajang GP Indonesia diwarnai aksi Rara di trek yang terlihat membawa singing bowl (mangkuk warna emas).

    BACA JUGA: Metranet Gandeng Aplikasi KESAN, Hadirkan Konten Islami di Uzone.id

    Sedangkan netizen yang tak mempermasalahkan adanya pawang hujan menganggap hal itu bagian dari budaya lokal.  

    Di antara kalian tentu ada pertanyaan, seperti apa sih penjelasan 'ilmiah' ritual pawang hujan kok bisa menghentikan hujan? 

    Dalam sebuah video TikTok yang viral, Rara ditanya soal itu. Menurutnya, harus ada faktor elemen dan jika mau memanggil hujan mengandalkan kekuatan batin.

    "Ini kan ada singing bowl, singing bowl itu kan getaran suara. Jadi gelombang otak itu kan ada otak alfa, terus delta, terus tetra," terang Rara.

    Selanjutnya, kata Rara, gelombang otak berfungsi sebagai gelombang untuk meditasi. Jadi, kalau pawang hujan bisa sampai ke gelombang tetra.

    "Jadi kalau orang itu tenang, slow, itu bisa ke alam lain," ungkapnya.

    BACA JUGA: Sukses Gelar Internet Ngebut di MotoGP Mandalika, Ini Harapan Bos Telkom

    Soal Rara menggunakan media dupa dalam ritualnya, Rara mengatakan bahwa faktanya kayu dan asap menghasilakn uap ke atas dan bisa memecah awan dengan diiringi doa, dan getaran dari singing bowl.

    "Terus ada teriakan Rara, kan. Ada "Aaaaa"," ucap Rara memberi contoh teriakan saat jalani ritual. "Kalau kita udah teriak nanti dia panas."

    Menurutnya, hal itu jadi afirmasi memohon berkah Allah Yang Maha Kuasa supaya matahari ada di atas kepalannya.

    "Nah, cuma efeknya Rara itu terkurung di sini (di kawasan Sirkuit Mandalika). Jadi, saya benar-benar harus melayani MGPA, mau melayani ITDC, mau melayani tim korlap, otomatis saya harus sayang, simpati dengan pimpinan, dengan tim kerja mereka. Harus sayangi wajah-wajahnya, seperti itu, supaya kuat, lintas dimensi gitu lho, kan awan ini digeser, nah itu awan-awan hitam," kata dia.

    Soal ritual memukul singing bowl, Rara menjelaskan fungsi getaran suara akan terjadi kontak ke hati, kemudian sampai ke telinga, hingga sampai ke alam lain.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini