
Stroke mata atau yang dikenal dengan oklusi arteri retina, disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah di retina. Pembuluh darah berfungsi untuk membawa nutrisi dan oksigen ke semua bagian tubuh. Ketika pembuluh darah menyempit atau terblok oleh sumbatan, suplai darah akan berkurang atau tidak ada sama sekali. Hal ini akan menyebabkan kerusakan serius pada area yang terkena, dikenal dengan stroke.
Kondisi ini menghambat pasokan darah ke retina, yaitu lapisan di bagian dalam mata yang menyampaikan signal cahaya ke otak sehingga kita dapat melihat benda-benda di sekitar kita. Jika pembuluh pada retina yang tersumbat, cairan dari pembuluh tersebut akan bocor ke retina sehingga akan terjadi pembengkakan. Hal ini akan menyebabkan gangguan dari penglihatan.Gejala yang timbul dapat terjadi secara perlahan selama berjam-jam atau berhari-hari, atau bisa terjadi tiba-tiba. Perlu Anda perhatikan, stroke biasa terjadi di salah satu mata saja. Inilah beberapa gejala yang mungkin timbul.
Jika Anda mengalami gejala di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter. Tanpa pengobatan yang cepat dan tepat, stroke pada mata dapat menyebabkan Anda kehilangan penglihatan (kebutaan) secara permanen.
Stroke mata terjadi karena adanya penyumbatan aliran darah yang merusak retina. Penyumbatan ini biasanya terjadi karena penyempitan pembuluh darah atau adanya bekuan darah. Sayangnya, sampai saat ini belum diketahui secara pasti mengapa organ mata yang bisa terpengaruh kondisi ini.
Siapa saja dapat mengalami stroke di mata, tapi ada faktor-faktor yang membuat Anda lebih berisiko untuk mengalaminya. Anda yang berusia lebih dari 60 tahun, punya kebiasaan merokok, serta berjenis kelamin laki-laki lebih berisiko terhadap stroke ini.
Beberapa kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko, yaitu:
Jika Anda mengalami kehilangan penglihatan mendadak, Anda harus segera menghubungi dokter mata Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui apakah Anda terkena stroke mata. Dokter mata Anda akan melebarkan pupil mata Anda dengan obat tetes mata yang memungkinkan untuk pemeriksaan retina lebih menyeluruh dan melihat ada tidaknya tanda-tanda kerusakan.
Beberapa pengobatan yang dapat diberikan dokter mata Anda dalam beberapa jam setelah gejala timbul, seperti:
Kondisi lain yang menyebabkan timbulnya pembekuan darah juga harus diobati. Semakin cepat pengobatan yang diberikan, semakin besar kesempatan Anda untuk menyelamatkan penglihatan Anda. Beberapa pasien dapat melihat kembali setelah serangan stroke ini, meski penglihatan sering kali tidak sebaik dulu.
The post Mata Anda Juga Bisa Kena Stroke! Apa Penyebabnya? appeared first on Hello Sehat.