
Uzone.id – Telkom Connect-in: Penyu-lamat 2025 sukses digelar pada Sabtu (23/8) di pesisir Pantai Pelangi, Bantul, Yogyakarta. Program keberlanjutan lingkungan yang digelar oleh Telkom Indonesia tersebut melibatkan 50 relawan dari karyawan TelkomGroup dari seluruh Indonesia.
Pantai Pelangi menjadi lokasi pelaksanaan karena pantai ini menjadi salah satu titik pendaratan bagi empat jenis penyu, terutama penyu lekang yang sering bertelur pada periode April–Oktober.Menurut penggiat konservasi setempat, setiap sarang penyu lekang bisa berisi 80–140 butir telur, dan jumlah sarang terus meningkat tiap tahunnya. Inilah yang membuat Telkom melihat pentingnya mendukung penuh upaya pelestarian di Pantai Pelangi, Bantul.
“Apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya Penyu-lamat kepada Telkom dan seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan hari ini menjadi bukti nyata hasil kolaborasi lintas sektor antara mahasiswa, akademisi, perusahaan, dan pemerintah untuk konservasi lingkungan,” ungkap Ir. Fenti Yusdayati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bantul yang mewakili Bupati Bantul.
Pada pelaksanaan Telkom Connect-in: Penyu-lamat 2025 ini, Telkom berkolaborasi dengan Social Event POISE Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan IEEE Indonesia. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi beach clean-up yang berhasil mengumpulkan 150 kg sampah plastik.
Kemudian, ada pelatihan waste management bersama ISI Yogyakarta dan Telkom University, berlanjut pelatihan fotografi dan ekowisata bersama komunitas fotografi Telkom, penanaman 150 pandan laut, dan terakhir pelepasan 100 tukik sebagai simbol konservasi pesisir berkelanjutan.
Sementara itu, partisipasi karyawan dalam kegiatan ini bukan hanya sekadar aktivitas sosial, melainkan bagian dari budaya employee volunteering yang terus diperkuat Telkom. Dengan turun langsung ke lapangan, para relawan dapat merasakan dampak nyata kontribusi mereka terhadap lingkungan sekaligus membangun kepedulian kolektif.
“Melalui program TJSL, khususnya inisiatif employee volunteering, kami ingin karyawan Telkom tidak hanya hadir sebagai pekerja, tetapi juga sebagai bagian dari solusi bagi tantangan lingkungan dan sosial,” ungkap Hery Susanto selaku Senior General Manager Social Responsibility Telkom.
Lanjutnya, “Kegiatan seperti Penyu-lamat ini memberi pengalaman berharga bagi relawan untuk merasakan langsung pentingnya konservasi, sekaligus menumbuhkan empati dan jiwa kepemimpinan.”
Melalui Telkom Connect-in: Penyu-lamat 2025, Telkom membuktikan bahwa komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata.
Sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), inisiatif ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 13 (Climate Action), poin 14 (Life Below Water), dan poin 15 (Life on Land).
Dengan melibatkan karyawan, komunitas, akademisi, hingga pemerintah daerah, Telkom menghadirkan program yang terarah, berdampak, dan berkelanjutan demi keberlangsungan ekosistem pesisir serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.