
Uzone.id — CEO Mark Zuckerberg mengungkap alasan di balik rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di Meta pada tahun 2026 ini.
Dalam pertemuan internal dengan karyawan, ia menyebut bahwa keputusan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya investasi di bidang AI di perusahaan mereka. Tapi, AI bukan jadi satu-satunya alasan Mark Zuckerberg memangkas karyawan mereka.Kondisi global saat ini juga ikut mempengaruhi keputusan perusahaan. Zuckerberg menyebut perang antara Amerika Serikat dan Iran turut berdampak pada daya beli masyarakat, yang pada akhirnya berimbas pada bisnis iklan Meta.
“Kalau harga minyak naik, maka konsumen akan menghabiskan lebih banyak uang untuk minyak dan bahan bakar, dan lebih sedikit untuk hal-hal lain yang sifatnya tidak mendesak yang biasanya jadi target iklan,” jelasnya, dikutip dari Fast Company.
Tekanan ini pun turut berdampak pada kinerja saham Meta yang sempat turun hingga 10 persen beberapa waktu lalu karena kekhawatiran investor setelah perusahaan meningkatkan proyeksi belanja modal tahun ini.
Meta sendiri diketahui akan memangkas sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya, atau sekitar 8.000 karyawan dari total 78.000 pegawai.
Zuckerberg menjelaskan bahwa perusahaan saat ini memiliki dua pusat pengeluaran utama, yaitu infrastruktur komputasi seperti GPU dan data center, serta sumber daya manusia.
“Kalau kami berinvestasi lebih banyak di satu area untuk melayani pengguna, berarti ada lebih sedikit anggaran yang bisa dialokasikan ke area lainnya. Artinya, kami memang perlu mengurangi ukuran perusahaan sampai batas tertentu,” katanya.
Dari sisi keuangan, CFO Meta Susan Li menyatakan bahwa perusahaan tengah fokus memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, sambil mencari ukuran organisasi yang paling optimal.
Ia juga menyebut bahwa biaya kompensasi karyawan diperkirakan akan menurun setelah PHK, meski akan diimbangi oleh biaya restrukturisasi.
Sementara itu, Chief People Officer Meta Janelle Gale menyebut bahwa perusahaan tidak menutup kemungkinan adanya PHK lanjutan ke depannya.
“Apakah akan ada PHK lagi? Pertanyaan ini selalu muncul. Saya ingin bilang tidak akan ada lagi, tapi kami tidak bisa menjanjikan sesuatu yang belum pasti,” ujarnya.