icon-category Health

Perempuan Jangan Stres, Karena Bisa Menurunkan Kesuburan

  • 09 Oct 2018 WIB
  • Bagikan :

    Ada anggapan bahwa stres dan tekanan hidup dapat mempersulit perempuan memiliki keturunan, benarkah? Lewat penelitian yang dilakukan Boston University terungkap, stres tingkat tinggi ternyata memang dapat mengurangi kesuburan dan kemungkinan terjadinya konsepsi lebih rendah pada perempuan.

    Peneliti menggunakan data dari Pregnancy Study Online (PRESTO) yang dilakukan terhadap pasangan selama 12 bulan atau sampai terjadinya kehamilan.

    Sekitar 4.769 perempuan dan 1.272 lelaki yang tidak memiliki riwayat infertilitas dan belum mencoba untuk hamil selama lebih dari enam siklus menstruasi terlibat pada penelitian ini.

    Para peneliti mengukur tingkat stres responden menggunakan 10 item skala stres yang dirancang untuk menilai seberapa sulit diprediksi, tidak terkendali, dan membingungkannya kondisi responden.

    Setiap item yang ditanya merujuk ke bulan lalu, dengan lima pilihan respons mulai dari 0 (tidak pernah) hingga 4 (sangat sering), hingga total skor mencapai 40. Total skor yang tinggi menunjukkan tingkat stres yang tinggi.

    Kuesioner itu juga merangkum pertanyaan berkaitan dengan faktor demografi dan perilaku, termasuk ras atau etnis, pendapatan rumah tangga, diet, tidur, dan frekuensi hubungan seksual.

    Rata-rata, pada skor awal, perempuan lebih tinggi satu poin dibandingkan laki-laki.

    "Meskipun penelitian ini tidak secara pasti membuktikan bahwa stres menyebabkan ketidaksuburan, tapi studi ini memberikan bukti yang mendukung integrasi perawatan kesehatan mental dalam bimbingan dan perawatan prakonsepsi," kata Amelia Wesselink, seorang mahasiswa doktoral dari Boston University seperti yang Suara.com lansir dari Indian Express.

     

    Berita Terkait:

    Cek berita dan artikel yang lain di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini