Home
/
Digilife

Peretas Sebar Aplikasi Claude AI Palsu, Perusahaan RI Jadi Targetnya

Aplikasi Claude palsu ini secara aktif menyusup ke organisasi target untuk menyebarkan malware dengan berbagai modus, termasuk email pajak.

Peretas Sebar Aplikasi Claude AI Palsu, Perusahaan RI Jadi Targetnya

Bagikan :

Uzone.id Penggunaan AI di lingkungan kerja kini dimanfaatkan penjahat siber untuk menyusup ke sistem, menyebarkan malware dan mengumpulkan data-data penting perusahaan. Salah satunya adalah aplikasi Claude AI palsu yang disebarkan oleh kelompok peretas Silverfox.

Temuan ini diidentifikasi oleh Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky dimana aplikasi Claude palsu ini secara aktif menyusup ke organisasi target untuk menyebarkan malware dengan berbagai modus.

Salah satunya adalah dengan email phishing yang mengatasnamakan audit dari lembaga pajak sehingga penerimanya mau tak mau mengunduh arsip berisi “Daftar pelanggaran pajak perusahaan”.

Modus terbaru ini sudah disebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia, India, Afrika Selatan dan juga Rusia dengan menyasar sektor industri, konsultasi, perdagangan dan juga transportasi.




China masih menjadi target utama, dengan lebih dari 90 persen seluruh serangan SilverFox menyasar wilayah tersebut. Dari angka itu, wilayah Mainland China menyumbang sekitar 71 persen.

Selain China, Myanmar, Kamboja, dan Singapura juga tercatat sebagai wilayah yang banyak mengalami serangan.

Meski sudah diwanti-wanti untuk terus waspada dan berhati-hati, tapi masih banyak korban yang jatuh dalam perangkap ini. Kaspersky bahkan mencatat lebih dari 1.600 email berbahaya ditemukan dalam sistemnya antara Januari dan Februari 2026.

“SilverFox adalah salah satu kelompok ancaman paling aktif di seluruh kawasan Asia Pasifik. Mereka masuk ke target melalui tiga jalur sederhana: situs web palsu, email phishing, dan file berbahaya yang disebarkan melalui aplikasi pesan sosial,” ujar Ye Jin, Peneliti Keamanan Utama Kaspersky GReAT.




Dalam kampanye terbarunya, SilverFox mendistribusikan aplikasi Claude palsu untuk perangkat Windows, macOS, dan Linux. Aplikasi tersebut dibuat untuk memanfaatkan kebiasaan perusahaan yang semakin banyak menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari, seperti menulis, membuat kode, menganalisa dokumen hingga memecahkan masalah kompleks.

Melihat modus AI yang semakin beragam dan cerdas, Kaspersky menilai perusahaan juga perlu memanfaatkan AI untuk memperkuat sistem pertahanan.

Ada empat poin yang disarankan, yakni melakukan threat hunting berbasis AI secara proaktif, menerapkan arsitektur Zero Trust, membangun pertahanan yang mencakup endpoint, jaringan, aplikasi, dan data, serta menggunakan AI untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan respons secara real-time.

 

Vina Insyani

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article