Auto

Pernah Ngambek Soal Lockdown, Elon Musk Pindahkan Markas Tesla ke Texas

  • 10 October 2021
  • Bagikan :

    Foto: David von Diemar/Unsplash

    Uzone.id -- Masih ingat kontroversi Elon Musk yang mendadak ngambek, alias murka terhadap aturan lockdown di California, Amerika Serikat ketika kasus Covid-19 meningkat drastis? Saat itu, Musk mengancam Tesla akan pindah ke Texas dan kini benar-benar mewujudkannya.

    Jika ada orang yang benci dengan Musk karena dirinya banyak omong, minimal Musk tidak omong kosong, sebab ucapannya sangat mungkin terjadi.

    Musk pada 2020 sempat mengancam pemerintah California bahwa ia akan menangguhkan produksi Tesla dan memindahkan pabrik mobil listriknya itu ke Texas jika aturan lockdown masih akan terus berlakukan dan mengakibatkan para karyawannya tidak bisa bekerja secara maksimal.

    Baca juga: Jadi Orang Terkaya di Dunia, Elon Musk Tetap Sindir Jeff Bezos

    Bahkan Musk menyebut pemerintah setempat dengan sebutan “fasis”.

    Setahun kemudian, ternyata Tesla tak hanya membangun pabrik di Austin, Texas. Musk juga memindahkan markas besar perusahaannya ke sana dari California. Keputusan ini ia umumkan pada rapat pemegang saham tahunan belum lama ini.

    Masih dari pengumuman itu, Musk juga mengklarifikasi kalau Tesla tetap berencana memperluas produksinya di pabrik California sekitar 50 persen.

    “Ada batasan tentang seberapa besar kita bisa berkembang di Bay Area karena harga rumah sangat tinggi, sehingga bakal membutuhkan waktu perjalanan panjang bagi para karyawan yang tinggal di daerah lain,” tutur Musk, seperti dikutip dari Engadget.

    Baca juga: Xiaomi Resmi Daftarkan Bisnis Mobil Listriknya

    Selain itu, dari laporan berbagai sumber, pindahnya Tesla ke Texas juga artinya Musk akan membayar pajak lebih sedikit, karena di sana tidak diberlakukan pajak penghasilan pribadi. Beda dengan California yang memiliki tarif pajak penghasilan terbesar seantero Amerika Serikat.

    Di sisi lain, para pemegang saham juga mengambil suara mengenai peningkatan pimpinan Tesla -- dalam hal ini soal keberagaman di lingkungan kerja.

    Pada 2020, Tesla melaporkan bahwa di dalam perusahaannya mayoritas posisi atas diisi oleh karyawan laki-laki kulit putih, dengan persentase keseluruhan sebesar 79 persen karyawan laki-laki, 34 persennya karyawan kulit putih.

    Dengan kata lain, pindahnya markas utama Tesla dari California ke Texas diharapkan membawa banyak peningkatan, tak hanya dari sisi penjualan namun dari internal perusahaan.