icon-category News

Keren! Perpustakaan Tertinggi Dunia Ada di Indonesia, Ini Isinya

  • 24 Sep 2017 WIB
  • Bagikan :

    Mendengar kata perpustakaan, apa yang ada di pikiran Anda? Membosankan? Kata ini tak akan Anda dapati lagi begitu mengunjungi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang baru saja disahkan Presiden Joko Widodo pada Kamis (13/9/2017) lalu.

    Perpustakaan yang memiliki 24 lantai ditambah tiga ruang bawah tanah ini bahkan digadang-gadang sebagai gedung perpustakaan tertinggi di dunia. Perpustakaan nasional yang baru kini berlokasi di Jalan Merdeka Selatan.

    Sebelum memasuki gedung utama perpustakaan, pengunjung bisa memasuki museum mini yang menampilkan riwayat baca bangsa Indonesia. Di museum ini, terdapat empat ruang yang memiliki tema berbeda-beda.

    Anda bisa menikmati sejarah rakyat Indonesia mengenal huruf dengan ilustrasi yang menarik lewat layar digital di ruang Aksara. Di ruang lainnya Anda bisa melihat alas tulis sebelum ditemukannya kertas seperti bambu, kayu alim, daun lontar, dluwang daluwang hingga kertas Cina.

    Di sisi lain Anda juga bisa menikmati riwayat baca bangsa Indonesia dengan latar yang cocok dijadikan spot berfoto. Nah yang menarik, ada ruang perpustakaan bergerak dimana pengunjung bisa menjajal menaiki sepeda ontel statis dan menggowesnya berdasarkan instruksi di layar.

    Puas mengelilingi area museum, Anda akan disuguhi bangunan tinggi menjulang. Disanalah ruang perpustakaan utama berada. Anda akan disuguhi rak buku setinggi empat lantai sesaat memasuki lobi utama.

    Jika belum memiliki kartu anggota perpustakaan, Anda bisa menuju lantai dua terlebih dahulu. Puluhan komputer layar datar siap Anda gunakan untuk mengisi biodata yang diperlukan untuk mendaftar sebagai anggota perpsutakaan. Setelah itu, nomor antre Anda akan dipanggil oleh petugas di bagian layanan keanggotaan.

    Perpustakaan Nasional RI ini diperuntukkan siapapun termasuk anak-anak, orang lanjut usia hingga penyandang disabilitas. Khusus untuk golongan ini, Perpustakaan Nasional menyediakan satu lantai khusus untuk melayani kebutuhan mereka akan buku bacaan yang sesuai.

    Lantai perpustakaan pun didesain khusus agar mempermudah anggota perpustakaan yang tuna netra untuk berjalan. Deretan buku Braile baik dari dalam maupun luar negeri terjajar di lantai tujuh. Ada pula besi penyangga untuk mempermudah tuna daksa saat memilih buku di rak.

    Ruang khusus anak pun tak kalah menarik. Tema ruangan disesuaikan dengan kegemaran anak seperti hadirnya ornamen kartun di dinding dan ragam mainan tradisional yang bisa dimainkan anak. Para orangtua yang menjaga buah hati mereka pun dibuat nyaman dengan banyaknya sofa dan area untuk mengawasi putra-putrinya.

    Selain membaca buku, pengunjung juga bisa menikmati beragam musik dan film di lantai delapan. Anda bisa menikmati kaset maupun CD yang telah langka ditemui hingga deretan film populer dari dalam dan luar negeri di bioskop mini.

    Di lantai 24 yang merupakan puncak dari gedung ini, diperuntukkan sebagai ruangan eksekutif dan koleksi budaya nasional. Presiden Joko Widodo nantinya akan memiliki ruang baca pribadi di lantai ini. Di lantai paling atas ini pula pengunjung bisa menikmati pemandangan Monas dan deretan gedung pencakar langit Ibukota.

    Berikut daftar lengkap peruntukan setiap lantai di gedung baru Perpustakaan Nasional:

    Lantai 1: Lobi Utama
    Lanta 2: Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan dan Ruang Teater
    Lantai 3: Zona Promosi Budaya Baca Gemar Membaca
    Lantai 4: Ruang Pameran Koleksi Perpustakaan
    Lantai 5: Perkantoran
    Lantai 6: Data Center/Musala
    Lantai 7: Layanan Koleksi Anak, Lansia, dan Disabilitas
    Lantai 8: Layanan Koleksi Audivisual
    Lantai 9: Layanan Koleksi Naskah Nusantara
    Lantai 10: Penyimpanan Koleksi Deposit
    Lantai 11: Penyimpanan Koleksi Monograf Tertutup
    Lantai 12: Ruang Baca Koleksi Deposit
    Lantai 13: Ruang Baca Koleksi Monograf Tertutup
    Lantai 14: Layanan Koleksi Buku Langka
    Lantai 15: Layanan Koleksi Referens
    Lantai 16: Layanan Koleksi Foto, Peta, dan Lukisan
    Lantai 17: Kantor Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
    Lantai 18: Kantor Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
    Lantai 19: Layanan Multimedia
    Lantai 20: Layanan Koleksi Berkala Mutakhir dan Ilmu Perpustakaan
    Lantai 21: Layanan Koleksi Monograf Terbuka (Klas 000-049)
    Lantai 22: Layanan Koleksi Monograf Terbuka (Klas 500-999)
    Lantai 23: Layanan Koleksi Mancanegara dan Majalah Terjilid
    Lantai 24: Layanan Koleksi Budaya Nusantara dan Executive Lounge

    Jadi, kalau Anda masih bingung ingin liburan murah meriah di akhir pekan sekaligus menambah pengetahuan, yuk ke Perpustakaan Nasional!

    Cek berita dan artikel yang lain di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini