
Ketakutan orang terhadap anjing memang tidak lepas dari stigma yang menilai hewan tersebut mudah menggigit manusia dan membawa virus rabies saat digigit.
Seperti kejadian yang menimpa Ramiza Bazigha (8) yang ditemukan tewas diduga akibat gigitan seekor anjing jenis pit bull pada lehernya. Kejadian itu tentu saja membuat sebagian masyarakat merasa waspada ketika bertemu atau berhadapan dengan anjing.
Pecinta anjing, Adri Prastowo mengatakan, saat seseorang digigit oleh anjing justru jangan memukul anjing tersebut. Pukulan atau teriakan yang diberikan kepada anjing dapat dinilai sebagai bentuk dukungan bagi mereka.
"Kalau digigit jangan dipukul atau diteriaki, itu justru dianggap sebagai dukungan. Anjing yang menggigit harus menggunakan sebilah besi atau kayu dan dimasukkan ke dalam mulutnya untuk melepaskan gigitannya," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, di Jakarta, pada Senin (7/8).
Jika gigitan sudah lepas dan tidak terlalu parah, Kenny mengatakan, seseorang dapat membilasnya dengan cairan alkohol dan mengobatinya dengan mengoleskan obat merah.
Sementara itu, Adri mengatakan, seseorang dapat membasuh luka gigitan dengan alkohol lalu langsung menuju rumah sakit jika luka yang dialami cukup parah dan dalam.
"Langsung bilas dengan alkohol kemudian langsung ke rumah sakit dan untuk disuntik juga supaya mencegah terkena rabies," ujarnya.