
Pesawat ruang angkasa milik Israel, Beresheet dilaporkan memasuki orbit Bulan. Langkah ini menjadi manuver kunci setelah proses memasuki orbit Bulan melenceng dari jadwal semula yang seharusnya terjadi pekan lalu.
Beresheet dilaporkan melakukan manuver saat berada di titik terendah dengan jarak 500 kilometer dari permukaan Bulan. Sementara manuver terhitung sukses jika Beresheet mampu berada di jarak 500 kilometer hingga 10 ribu kilometer dengan Bulan.
"Manuver ini memungkinkan Beresheet tertangkap gravitasi Bulan dan mulai memutari orbitnya," ungkap rekanan proyek.
SpaceIL, perusahaan nirlaba Israel, dan kontraktor pertahanan milik negara Israel Aerospace Industries (IAI) merogoh kocek US$100 juta untuk mendanai proyek ini. Beresheet yang dalam bahasa Ibrani memiliki arti 'pada awalnya' diluncurkan dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral, Florida pada Kamis (21/2) malam.
Jika misi ini berhasil, maka Israel akan menjadi negara keempat setelah Amerika Serikat, Rusia, dan China yang melakukan misi pendaratan ke Bulan.
Melansir Channel News Asia, robot seukuran mesin cuci piring atau seberat 585 kg ini memboyong instrumen sains untuk mengukur medan magnet yang bisa mencari awal mula terbentuknya Bulan.