Petaka Kejurnas Drifting: Tribun VIP Ambruk, Puluhan Orang Jadi Korban
Tribun VIP di Kejurnas Drift Purwokerto roboh, melukai 75 penonton. Insiden terjadi setelah penonton berebut merchandise.

Highlight Artikel
- Insiden robohnya tribun VIP pada Kejuaraan Nasional Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di GOR Satria Purwokerto.
- Sebanyak 75 penonton mengalami luka-luka, baik berat maupun ringan, akibat ambruknya tribun setinggi 3,5 meter.
- Kondisi tribun dilaporkan sudah terasa tidak stabil sejak awal acara, diperparah oleh pergerakan massa saat berebut merchandise.
- Bupati Banyumas dan Kapolresta Banyumas turun tangan, memastikan penanganan korban dan penyelidikan terhadap dugaan kelalaian penyelenggara.
Uzone.id - Perhelatan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 yang seharusnya menjadi ajang hiburan otomotif di GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7), berakhir dengan insiden nahas.
Tribun VIP setinggi 3,5 meter yang menjadi tempat duduk para penonton mendadak roboh saat perlombaan berlangsung, memicu kepanikan massal di lokasi kejadian.Detail Insiden Ambruknya Tribun
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB ini mengakibatkan setidaknya 75 orang mengalami luka-luka.
Kronologi dan Dampak Kejadian
Kepanikan warga di sekitar tribun VIP terjadi sesaat sebelum struktur bangunan itu ambruk ke arah selatan.
Kondisi tribun dilaporkan sudah terasa tidak stabil sejak awal acara. Sejumlah penonton di lokasi menuturkan bahwa getaran pada struktur tribun sudah terasa saat menyanyikan lagu kebangsaan hingga saat pembagian cendera mata.
Situasi memuncak ketika para penonton mulai berebut merchandise yang dilempar panitia, memicu pergerakan massa yang tidak teratur.
Dampak dari ambruknya tribun tersebut cukup fatal bagi penonton yang berada di sisi selatan. Struktur yang jatuh mengakibatkan efek domino di mana penonton saling tumpuk tertimpa material tribun dan sesama pengunjung.
Respons Pemerintah dan Kepolisian
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, langsung turun tangan meninjau kondisi di lapangan dan memutuskan untuk menghentikan seluruh rangkaian kegiatan.
Ia memastikan pemerintah daerah akan bertanggung jawab terhadap penanganan para korban yang kini tersebar di beberapa rumah sakit.
"Total korban luka berat dan ringan sebanyak 75 orang. Selain tiga RS tadi juga ke Geriatri, Margono, Ananda. Kami akan ikut bertanggung jawab, meski kami hanya ketempatan," tegas Sadewo kepada media, dikutip Uzone.id
Pihak kepolisian saat ini telah mengambil langkah hukum dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab utama keruntuhan struktur tersebut.
Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, menyatakan bahwa pihaknya tengah mendalami ada tidaknya unsur kelalaian dalam penyelenggaraan acara ini.
"Kami sedang melakukan olah TKP. Tentunya nanti akan dilihat dari faktor mens rea-nya atau unsur kesalahan atau kelalaian," ungkap Petrus.
Pentingnya Keamanan Acara
Ia menekankan bahwa insiden ini harus menjadi peringatan keras bagi para penyelenggara acara atau Event Organizer (EO) di masa mendatang agar tidak mengabaikan standar keamanan konstruksi.
Petrus menegaskan bahwa aspek keselamatan penonton adalah tanggung jawab mutlak yang tidak bisa ditawar.
"Saya pikir ini jangan sampai terjadi lagi. Baik dari siapa pun, termasuk event organizer, harus memastikan bahwa struktur tribun atau panggung yang digunakan benar-benar kuat dan aman bagi penonton," tutupnya.
FAQ Artikel
Apa yang terjadi pada Kejurnas Drift Seri ke-3 di Purwokerto?
Tribun VIP setinggi 3,5 meter di GOR Satria Purwokerto roboh saat Kejuaraan Nasional Drift Seri ke-3 berlangsung pada Minggu (26/7), menyebabkan kepanikan massal dan puluhan korban luka.
Berapa banyak korban yang terluka dalam insiden ambruknya tribun?
Total 75 orang dilaporkan mengalami luka-luka, baik berat maupun ringan, akibat insiden tersebut. Para korban telah dirujuk ke beberapa rumah sakit, termasuk Geriatri, Margono, dan Ananda.
Apa dugaan penyebab ambruknya tribun VIP?
Menurut kesaksian penonton, kondisi tribun sudah terasa tidak stabil sejak awal acara, dengan getaran yang terasa. Situasi memuncak saat penonton berebut merchandise yang dilempar panitia, memicu pergerakan massa yang tidak teratur dan menyebabkan struktur ambruk.
Bagaimana respons pemerintah dan pihak kepolisian terhadap insiden ini?
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, langsung menghentikan kegiatan dan menyatakan pemerintah daerah akan bertanggung jawab penuh terhadap penanganan korban. Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, telah melakukan olah TKP dan menyelidiki ada tidaknya unsur kelalaian dari penyelenggara acara.
Apa pesan Kapolresta Banyumas mengenai insiden ini?
Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi peringatan keras bagi semua penyelenggara acara (EO) untuk memastikan standar keamanan konstruksi dan keselamatan penonton sebagai tanggung jawab mutlak yang tidak bisa ditawar.
