
Uzone.id - Drama perang harga brand China kini singgah di Wuling. Para pemilik BinguoEV sampai melayangkan protes dalam bentuk petisi terkait dengan harga jual BinguoEV yang turun drastis dalam hitungan bulan.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Wuling memberikan potongan harga fantastis untuk mobil listriknya, yakni Air ev dan BinguoEV. Tak main-main, diskon yang diberikan mencapai ratusan juta rupiah.Potongan harga tersebut memicu reaksi beragam dari pengunjung maupun pemilik awal mobil listrik tersebut.
Salah satunya muncul petisi di media sosial yang dibuka oleh Zyovanni Satya Negara dengan tulisan, "Kami dirugikan! Harga Wuling BinguoEV turun Rp 180 juta dalam 7 bulan!".
Sampai hari ini, Senin (4/8), petisi tersebut telah ditandatangani oleh 611 orang, yang sebagian besar merupakan pemilik dari BinguoEV.
Pada petisi yang terupload di website Change.org, dijelaskan lengkap kronologi penurunan harga Wuling BinguoEV tersebut.
Berikut kronologi penurunan harga ekstrem Wuling Binguo EV, yang merugikan konsumen awal dalam waktu sangat singkat:
Harga makin jatuh akibat strategi bertahan Wuling terhadap kompetitor (seperti BYD Atto 1). Ini bukan depresiasi wajar, tapi keputusan bisnis sepihak yang sangat merugikan konsumen awal.
Total penurunan: Rp 180 juta atau 43% hanya dalam 7 bulan.
Dijelaskan lebih lanjut dalam petisi tersebut, penurunan drastis ini bukan karena pasar atau pemakaian, melainkan strategi Wuling yang tidak transparan dan tidak berpihak pada konsumen awal.
Berikut tuntutan yang dilayangkan para pemilik Wuling BinguoEV: