Phishing Jadul Masih Ampuh, Hati-hati Email Palsu Zoom dan DocuSign
Kaspersky mendeteksi phishing mencatut email Zoom/DocuSign untuk mencuri data penting, perusahaan pun didorong perkuat keamanan, edukasi staf.

Highlight Artikel
- Kampanye phishing sederhana masih efektif, meniru email resmi Zoom dan DocuSign untuk mencuri kredensial serta informasi kartu kredit.
- Modus penipuan ini melibatkan email palsu DocuSign dengan tautan phishing dan email Zoom yang memperingatkan penonaktifan akun.
- Kaspersky telah mendeteksi lebih dari 1.000 email phishing terkait kampanye ini, menyasar akun perusahaan di berbagai wilayah.
- Untuk mitigasi, perusahaan disarankan menggunakan solusi keamanan email, pelatihan karyawan, simulasi phishing, dan penerapan autentikasi multi-faktor (MFA).
Uzone.id – Modus phishing gak
harus canggih agar berhasil menipu korban. Buktinya, Kaspersky masih menemukan
kampanye phising dengan modus menyamar sebagai email resmi dari platform
seperti Zoom dan DocuSign.
Penipuan dengan mengatasnamakan Zoom dan DocuSign ini
ditemukan beberapa minggu setelah musim liburan sekolah dan masih berlangsung
hingga saat ini.
Modusnya, pelaku mengirim email yang dibuat seolah-olah
berisi informasi resmi dari platform DocuSign. Di dalam email terdapat tautan
phishing yang mengarahkan penerima ke halaman untuk mencuri kredensial.
Setelah itu, email lain dengan pelaku yang kemungkinan sama
muncul dengan mencatut nama Zoom. Kali ini, email dibuat seperti notifikasi
resmi untuk memperingatkan pengguna bahwa akun mereka akan dinonaktifkan. Tak
lupa, mereka memasukkan link situs yang nantinya diisi oleh data-data dari
calon korban.
Meski email seperti ini sudah sering diperingatkan, tapi
banyak masyarakat bahkan akun perusahaan yang terjebak dan tertipu dengan modus
tersebut. Hingga 11 September 2026, Kaspersky bahkan telah mendeteksi lebih
dari 1.000 email phishing yang berkaitan dengan kampanye tersebut.
Saat ini, penipuan email resmi ini menyasar akun perusahaan di Timur Tengah, Amerika Latin, Eropa Barat, Rusia, Armenia, dan Azerbaijan.
Andrey Kovtun, Manajer Grup Perlindungan Ancaman Email di
Kaspersky, mengatakan perkembangan teknologi dan penggunaan AI memang membuat
metode penipuan semakin beragam. Namun, cara-cara lama yang sederhana masih
terus digunakan.
“Metode lama yang sederhana masih terus digunakan, dan
terkadang kesederhanaan semacam itu justru efektif karena karyawan bisa saja
melewatkan tanda-tanda phishing di tengah membanjirnya email masuk. Sementara
itu, pelaku penipuan memilih merek yang umum digunakan di lingkungan perusahaan
agar dapat meniru email resmi secara meyakinkan,” kata Andrey.
Untuk mengurangi risiko serangan, Kaspersky menyarankan perusahaan menggunakan solusi keamanan khusus yang dapat melindungi email dari spam, infeksi yang disebarkan melalui email, dan berbagai bentuk phishing.Sistem tersebut juga diharapkan mampu mendeteksi metode phishing tradisional maupun upaya phishing yang dibuat menggunakan AI.
Perusahaan juga disarankan memberikan pelatihan keamanan
secara berkala kepada karyawan untuk meningkatkan kesadaran terhadap ancaman
siber dan mengurangi risiko insiden yang disebabkan faktor manusia.
Karyawan juga perlu mendapatkan informasi secara berkala
mengenai potensi ancaman siber, melakukan simulasi phishing secara terkontrol
untuk menguji kewaspadaan karyawan dan mengetahui bagian yang masih memiliki
risiko lebih tinggi.
Perusahaan juga disarankan menerapkan autentikasi
multi-faktor atau MFA untuk akun email, terutama bagi pengguna yang memiliki
hak akses khusus.
FAQ Artikel
Apa modus phishing terbaru yang ditemukan Kaspersky?
Kaspersky menemukan kampanye phishing yang menyamar sebagai email resmi dari platform populer seperti Zoom dan DocuSign, dengan modus yang sederhana namun efektif.
Apa tujuan utama dari kampanye phishing ini?
Tujuan utamanya adalah mencuri kredensial pengguna, informasi kartu kredit, dan kemudian menguras saldo atau menggunakan data tersebut untuk pencurian identitas.
Bagaimana cara perusahaan dapat melindungi diri dari serangan phishing semacam ini?
Perusahaan disarankan menggunakan solusi keamanan email khusus, memberikan pelatihan keamanan berkala kepada karyawan, melakukan simulasi phishing, dan menerapkan autentikasi multi-faktor (MFA) untuk akun email.
Vina Insyani
Jurnalis

