
Uzone.id — Turnamen Piala
Dunia FIFA 2026 ternyata gak cuma jadi ajang sepak bola terbesar di dunia tapi
juga jadi target serangan siber paling besar sepanjang sejarah. Fakta ini diungkap dalam riset terbaru yang
diluncurkan Unit 42 Palo Alto Networks–perusahaan siber asal Amerika Serikat.
Unit 42 menilai Piala Dunia 2026 memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi dibanding edisi sebelumnya. Selain digelar di tiga negara dan melibatkan 48 tim peserta, ancaman siber juga semakin berkembang dan terorganisasi.
Tak hanya itu,
ajang 4 tahunan ini diklaim jadi target yang sangat menarik bagi pelaku ancaman
siber, kelompok hacktivist, dan penjahat siber yang ingin memperoleh perhatian
luas maupun menciptakan gangguan dalam skala besar.
Para pelaku
ancaman diperkirakan akan menyasar berbagai pihak, mulai dari penyelenggara,
penyedia layanan, sponsor, hingga para penggemar. Tujuannya beragam, mulai dari
mencari keuntungan finansial hingga menciptakan gangguan berskala besar.
Dalam riset
tersebut, Unit 42 mengidentifikasi tiga jenis ancaman utama selama Piala Dunia
2026.
Pertama, gangguan
operasional. Serangan ini bertujuan menghambat jalannya operasional
turnamen.
Bentuknya dapat
berupa serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS), perusakan tampilan situs
web (website defacement), hingga gangguan terhadap sistem digital yang
digunakan stadion, penyelenggara, maupun penggemar.
Kedua, kejahatan
finansial. Ancaman terbesar diperkirakan berasal dari penjahat siber yang ingin
memperoleh keuntungan. dengan menguras uang korbannya.
Mereka dapat melancarkan serangan ransomware terhadap sistem reservasi hotel, mesin kasir (POS), maupun melakukan berbagai modus penipuan yang menyasar para suporter yang hadir di lokasi langsung maupun mereka yang mendukung secara online.
Terakhir,
penyebaran hoaks. Selain serangan teknis, penyebaran informasi palsu atau hoaks
juga diprediksi meningkat. Hal ini sering dilakukan dengan menyebar propaganda
dan narasi yang bertujuan untuk menciptakan kepanikan, kebingungan, dan
menurunkan kepercayaan publik selama berlangsungnya turnamen.
Melihat skala
yang cukup besar mengenai serangan siber pada pertandingan Piala Dunia 2026
ini, para penggemar sepak bola di Indonesia diminta meningkatkan
kewaspadaan.
Penjahat siber
diperkirakan memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat melalui berbagai
modus penipuan, seperti penjualan merchandise palsu, layanan streaming ilegal,
hingga kode QR berbahaya.
Oleh karena itu,
perlu diingat agar tetap menonton pertandingan hanya melalui platform resmi
yang memiliki lisensi dari FIFA, hindari membeli tiket atau merchandise melalui
tautan maupun aplikasi yang tidak terpercaya, pastikan keaslian akomodasi
sebelum melakukan pembayaran, terutama jika diminta mentransfer dana di luar
platform resmi.
Bagi kalian yang
sering kali keluar menonton bareng, kangen sembarangan memindai kode QR yang
ditemui di lokasi karena berpotensi mengarah ke situs phishing, gunakan VPN
terpercaya atau jaringan seluler saat mengakses layanan penting melalui Wi-Fi
publik dan selalu perbarui sistem operasi ponsel dan aplikasi, serta hindari
mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak resmi.