
Uzone.id — Meta mengumumkan serangkaian fitur keamanan baru dan perlindungan berbasis kecerdasan buatan (AI) menjelang penyelenggaraan FIFA World Cup 2026.
Dalam keterangan yang dibagikan di blog resminya, Meta mengatakan bahwa pihaknya menyadari bahwa saat ini banyak penjahat siber yang mencoba memanfaatkan momen ini.Modus-modus penipuan online pun mulai banyak ditemukan, mulai dari penjualan tiket palsu, paket perjalanan fiktif, penyamaran identitas, situs judi ilegal, hingga layanan imigrasi palsu yang mengincar data dan uang pengguna.
Untuk mengatasi ancaman tersebut, Meta memperluas penggunaan teknologi AI, tim penegakan khusus, serta kerja sama dengan berbagai mitra industri guna mendeteksi dan menghapus aktivitas berbahaya sebelum menjangkau pengguna.
“Penipu terus mengembangkan taktik mereka, begitu pula kami. Dengan ini, kami mengumumkan investasi baru dalam AI untuk membantu orang mengenali dan menghindari penipuan, serta kemitraan dengan penegak hukum dan rekan-rekan industri untuk mengambil tindakan,” kata Meta dalam keterangannya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kolaborasi dalam Global Signal Exchange (GSE) bersama dengan Visa dan Fraud Intelligence Reciprocal Exchange (FIRE).
Kerjasama ini memungkinkan perusahaan berbagi informasi ancaman dan membongkar jaringan penipuan lintas platform.
Kolaborasi Meta dengan Visa akan mengidentifikasi dan menutup operasi penipuan yang menggunakan branding palsu FIFA World Cup 2026 untuk mengarahkan korban ke situs judi ilegal.
“Kami akan terus mengambil tindakan dan bekerja sama dengan mitra kami melalui program berbagi sinyal kami untuk mengantisipasi taktik penipuan yang terus berkembang menjelang, selama, dan setelah Piala Dunia FIFA,” tambah Meya.
Selain penindakan, Meta juga meningkatkan edukasi kepada pengguna. Facebook akan menampilkan peringatan khusus ketika pengguna mencari informasi terkait tiket Piala Dunia atau berinteraksi dalam grup yang membahas turnamen tersebut.
Melalui notifikasi itu, pengguna akan diingatkan untuk membeli tiket hanya dari sumber resmi dan diberikan akses cepat untuk melaporkan konten mencurigakan.
Meta juga bekerja sama dengan sejumlah organisasi, termasuk Canadian Anti-Fraud Centre, Canadian Anti-Scam Coalition, serta lembaga perlindungan konsumen Meksiko PROFECO untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai modus penipuan online.
Perlindungan untuk atlet dan tim bola
Meta juga akan turut melindungi para pemain dan tim yang terlibat dalam World Cup 2026 ini dengan memperketat pengawasan terhadap konten yang bisa mengganggu para pemain selama kompetisi berlangsung.
Salah satunya adalah konten ujaran kebencian, perundungan, pelecehan, hingga ancaman kekerasan yang ditujukan kepada pemain, tim, ofisial, maupun suporter selama turnamen berlangsung.
Perlindungan ini antara lain dengan mengembangkan dan memperbaharui fitur yang ada di Facebook dan Instagram. Misalnya, fitur Restrict/Batasi dan kemampuan untuk mengendalikan tag/mention demi mengurangi interaksi, komentar dan tag yang tidak diinginkan.
“Di Facebook, akun profesional dapat menggunakan Moderation Assist, alat otomatisasi untuk mengontrol komentar mana yang muncul di Halaman atau profil mereka berdasarkan kriteria tertentu seperti komentar baru dengan gambar atau tautan,” tambah Meta.
Selain fitur baru, Meta juga menjelaskan bahwa beberapa fitur yang sudah ada seperti mematikan fitur DM, kata-kata yang disembunyikan, pembatasan interaksi seperti komentar di postingan dan pemblokiran bisa digunakan untuk melindungi akun dari ujaran-ujaran kebencian.