Digilife

Pihak NU Belum Mau Komentar Soal Mata Uang Kripto di Aplikasi ARAH

  • 14 November 2021
  • Bagikan :
    Pihak NU Belum Mau Komentar Soal Mata Uang Kripto di Aplikasi ARAH

     

    Uzone.id - Usai fatwa haram Bitcoin dan mata uang kripto lainnya sebagai alat transaksi, muncul adanya layanan blockchain yang mengatasnamakan Coin ARAH dengan sertifikat halal dari organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Sayangnya, saat dihubungi, pihak NU belum mau memberikan komentarnya.

    Saat dihubungi Uzone.id dan mengkonfirmasi mengenai aplikasi Arah yang terhubung pada teknologi blockchain, pihak NU meminta waktu untuk mendiskusikan hal ini sebelum memberikan keterangan resmi.

    "Kami komunikasikan dengan kawan-kawan dulu, Insya Allah," ujar KH. Ahmad Asyhar Shafwan, Ketua Lembaga Bahtsul Masail NU Jawa Timur kepada Uzone.id, Minggu, 14 November 2021.

    Baca juga: Lho, Ada Mata Uang Kripto Halal?

    Diketahui, Mata uang kripto ini diberi nama ARAH coin yang secara terbuka dianggap sebagai mata uang resmi di dalam aplikasi ini dan telah mendapatkan sertifikat halal.

    ARAH coin, atau koin ARAH, berada di dalam aplikasi mobile ARAH yang dinaungi oleh organisasi independen Nahdlatul Ulama (NU). Di dalam aplikasi ARAH ini, fitur dompet digital memang belum lama hadir, di mana mata uang koin Arah sebagai kripto disebut dapat melengkapi harian pengguna di seluruh dunia.

    Saat ditelusuri, sepertinya aplikasi ini merupakan buatan pengembang asal Malaysia karena beberapa fitur dan menu di dalamnya berbahasa Melayu. Dalam sebuah pemberitaan yang kami temukan dari JNN.co.id, kerja sama NU dengan Arah Global telah dilakukan sejak akhir 2020. Aplikasi bernama ARAH ini salah satunya menawarkan aset digital dalam kemitraan dengan MJM Networks dan dalam aliansi dengan Cake Experiential Communications dan Finamatrix A.I.

    Baca juga: MUI Sahkan Mata Uang Kripto Sebagai Haram

    Fitur yang sedang dikembangkan adalah e-wallet yang akan terhubung dengan mata uang kripto atau blockchain, memungkinkan pembayaran atau transaksi tanpa uang tunai di mana saja. Dalam pemberitaan tersebut, diklaim bahwa koin ARAH dapat digunakan untuk pembayaran barang dan jasa tertentu. Total pasokan koin akan dibatasi pada 100 miliar dengan 50 miliar koin telah dijual sebelumnya kepada 50 juta anggota.

    Koin ARAH akan berada di blockchain Waves yang sedang dalam proses untuk dihubungkan dengan blockchain utama lainnya seperti Tron, Ethereum, Binance, blockchain dolar Singapura dan lainnya, membentuk blockchain multi-link terbesar di dunia.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini