icon-category Gadget

Plus Minus Realme 10 Pro+, Ngandelin 'Layar Melengkung' Doang?

Uzone.id - Saat melihat harga Realme 10 Pro+ yang dijual nyaris Rp7 juta untuk versi tertingginya, ekspektasi tinggi langsung ditetapkan buat smartphone ini. Setidaknya, number series termahal tersebut punya spesifikasi jempolan dan fitur yang nyerempet ranah ponsel high-end dengan harga yang serupa.

Info saja, Realme 10 Pro+ dengan RAM 12 GB dan penyimpanan internal 256 GB dijual dengan harga Rp6,9 jutaan atau sama dengan Realme GT Neo 3 80W. 

Sementara untuk model 8/256 GB, harganya mencapai Rp5,9 jutaan. Harganya lebih tinggi ketimbang versi global yang dijual di India, dimana di negeri Bollywood ponsel ini dijual INR27.999 atau Rp5,3 jutaan untuk varian 8/256 GB.

Berikut ini ulasan kelebihan dan kekurangan dari Realme 10 Pro+ yang baru saja melenggang resmi di Indonesia. Kebetulan, tim Uzone.id sudah menggunakannya kurang lebih seminggu sebelum peluncuran resmi.

Baca juga: Realme 10 Pro dan 10 Pro+ Masuk Indonesia, Harga Tembus Rp6,9 Juta

Kelebihan Realme 10 Pro+

Desain menjadi keunggulan utama dari Realme 10 Pro+, terutama bagian depannya. Layar dengan lengkungan di tepiannya, panel AMOLED yang vivid dengan cakupan warna 10-bit atau 1 miliar warna, refresh rate yang kencang, dan bezel yang super tipis.

Smartphone ini menjadi number series pertama yang mengusung desain bak ponsel flagship. Gak lagi layar yang datar, kini panelnya melengkung yang bikin grip saat menggenggamnya kian nikmat.

Adapun ukuran layarnya 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ dengan intensitas cahaya maksimal sampai 800 nits dan sudah mendukung HDR10+. Intensitas yang tinggi dan panel berkualitas bikin ponsel ini enak buat dipakai di mana saja, baik indoor ataupun outdoor dengan kondisi cahaya matahari yang terik.

Kelebihan lain dari Realme 10 Pro+ adalah daya tahan baterai dan kecepatan charging-nya. Baterainya 5.000 mAh dengan dukungan fast charging 67W, adaptornya pun sudah termasuk dalam paket pembelian.

Dari pengujian yang dilakukan, baterai jumbo ini dapat bertahan dengan catatan waktu screen on-time mencapai 16 jam 59 menit. Adapun untuk kecepatan charging-nya, butuh waktu 60 menit untuk mengisi daya baterai dari 15 persen sampai full.

Baca juga: Kesan Pertama Jajal Robot Bersih-bersih dari Realme

RAM 12 GB pada Realme 10 Pro+ juga sungguh out of the box. Apalagi, tersedia fitur RAM Expansion yang memungkinkan pengguna menambah kapasitas RAM sampai 2 kali lipat, tepatnya menjadi 24 GB. Kapan lagi kan, smartphone menengah dengan RAM yang bahkan lebih besar dari laptop kebanyakan?

Ditenagai MediaTek Dimensity 920, membuat smartphone ini juga sudah mendukung jaringan 5G. Performa smartphone ini juga terbilang oke, dengan perolehan skor AnTuTu Benchmark mencapai 500 ribuan poin dan 13.116 poin untuk pengujian PCMark.

Kinerjanya pun stabil sepanjang pengujian, tanpa mengalami penurunan maupun lagging, terutama buat gaming juga. Rasa hangat pada bodi tetap ada, itupun ketika digunakan saat bermain game dalam waktu yang cukup panjang.

Keunggulan lain dari Realme 10 Pro+ adalah sistem operasi Realme UI 4.0 berbasis Android 13 yang kian ciamik. Ada beberapa fitur, sistem yang lebih aman dan terenkripsi, desain UI dan UX yang intuitif, serta Always on-Display dengan ragam model, termasuk ‘Home’ yang mengingatkan pengguna tentang global warming.

Kamera 108 MP dari smartphone ini pun jadi kelebihan utamanya. Secara kualitas, kamera ini dapat menghasilkan gambar dengan detail yang tajam, terutama saat pemotretan dengan kondisi pencahayaan yang cukup.

Tersedia fitur Night Mode yang membantu pengguna memotret foto malam. Dengan beberapa detik pengambilan gambar, foto malam yang ditangkap memiliki detail yang pas dan tone warna yang tak berlebihan.

Kekurangan Realme 10 Pro+

Agak mengecewakan saat mengetahui bodi belakang smartphone ini yang terbuat dari plastik. Untungnya, Realme membubuhi warna pada ponsel ini dengan finishing bak kaca, dengan pantulan cahaya dan warna gradasi yang cantik.

Kekecewaan kami berlanjut saat tau kalau Realme 10 Pro+ sama sekali tak terlindungi oleh IP rating sama sekali, baik itu percikan air dan debu sekalipun. Juga, tak ada informasi apakah layarnya yang melengkung tadi mendapatkan perlindungan dari Gorilla Glass terbaru atau tidak. 

Kalau hal ini agak subjektif. Sadar atau tidak, bodi belakang Realme 10 Pro+ sedikit mirip dengan Huawei P50 Pro. Untuk sedikit gambaran, berikut perbandingan gambarnya. Menurut kalian mirip gak?

Kekurangan lainnya, prosesor Dimensity 920 memang punya kinerja yang bagus. Tapi, menurun dibandingkan varian global dengan Dimensity 1080 dan masih sama dengan Realme 9 Pro+ yang beredar sebelumnya.

Baca juga: Uzone Choice Award 2022: Realme GT Neo 3T, Most Worthy Smartphone

Padahal di rentang harga yang sama, Realme juga punya GT Neo 3 dengan prosesor jauh lebih kencang Dimensity 8100 5G. 

Juga, kameranya pun sama sekali tak didukung dengan OIS (optical image stabilization). Lagi-lagi Realme GT Neo 3 yang jadi pembandingnya, smartphone tersebut punya sensor premium Sony IMX766 dan OIS juga.

Electronic image stabilization atau EIS pada Realme 10 Pro+ pun tak mendukung perekaman video 4K. Kalaupun fitur ini diaktifkan, hasil video bakal di-crop, dan tak ada opsi perekaman 1080p pada 60 FPS.

Mengetahui kelebihan dan kekurangan Realme 10 Pro+, apakah kalian memutuskan membelinya atau mending skip saja?

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini