
Uzone.id - Polytron mulai ketagihan bermain di segmen kendaraan listrik. Mobil misalnya, setelah ada G3 series, pabrikan elektronik lokal ini siap menghadirkan satu lagi mobil listrik di tahun 2026 ini.
Bocorannya, mobil listrik tersebut bakal berjenis hatchback, yang pesaingnya sudah banyak di Indonesia dan ketat sekali. Namun, Polytron pede bisa bersaing.Menariknya, menurut sumber internal Polytron, mobil listrik hatchback tersebut juga hasil dari kerjasama Polytron dengan salah satu merek China.
"Kita kan terbuka mau kerjasama dengan merek apa saja, jadi gak cuma dengan Skyworth saja, bisa juga dengan merek lain," ujar sang sumber.
Soal posisi produk baru tersebut, apakah akan berada di atas atau di bawah model yang sudah ada, Polytron masih memilih untuk menutup rapat detailnya.
Namun kalau benar jenisnya adalah hatchback, bisa diprediksi kemungkinan akan punya banderol yang jauh leb ih terjangkau dari jenis SUV seperti Polytron G3 series.
Selain itu, karena sudah tidak adanya insentif, maka mobil tersebut rencananya akan langsung dirakit di Indonesia, tidak lagi impor dari negara asalnya.
Polytron merakit mobil listriknya (G3 dan G3+) di Indonesia melalui kemitraan dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta, Jawa Barat.
Saat ini belum memiliki pabrik mandiri khusus mobil, Polytron fokus pada perakitan lokal ber-TKDN 40%. Sementara itu, pabrik motor listrik Polytron berada di Kudus dan Demak.
Perakitan mobil listrik Polytron masih dalam tahap semi knocked down (SKD), kendaraan keadaan setengah dirakit atau masih sebagian utuh.
Polytron menyebut pihaknya juga berinvestasi ke fasilitas milik PT HIM di Purwakarta, seperti lini perakitan khusus seperti Dyno Test, Vacuum Filling Machines, - untuk pengisian brake oil, refrigerant, coolant, kemudian Dynamic Performance Test Equipment, Safety Testing Equipment, hingga ADAS Calibration Equipment.
Kapasitas produksi Polytron di fasilitas PT Handal dapat mencapai kemampuan maksimal hingga 30.000 unit per tahun. Namun diketahui target awal Polytron bisa laku 1.500 unit hingga akhir tahun.