Home
/
Automotive

Populasi Motor dan Mobil Listrik di RI Tembus 468 Ribu Unit

Populasi motor dan mobil listrik di Indonesia melonjak pesat, berdasarkan data dari Kemenperin jumlahnya kini hingga 468 ribu unit pada April 2026.

Populasi Motor dan Mobil Listrik di RI Tembus 468 Ribu Unit

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Populasi kendaraan listrik (EV) di Indonesia melonjak drastis, mencapai 468 ribu unit pada April 2026 dari hanya 3.500 unit di tahun 2020.
  • Motor listrik (242 ribu unit) dan mobil listrik penumpang (223 ribu unit) menjadi pendorong utama pertumbuhan EV di Tanah Air.
  • Pangsa pasar kendaraan elektrifikasi meningkat signifikan: HEV naik dari 0,49% menjadi 9,26%, sementara BEV melesat dari 0,99% ke 16,06%.
  • Pertumbuhan ini didorong oleh kebijakan pemerintah, insentif, investasi baru, dan pengembangan ekosistem industri EV di dalam negeri.

Uzone.id - Populasi kendaraan listrik (EV) di Tanah Air semakin tinggi. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), hingga April 2026, tercatat sudah ada sekitar 468 ribu unit kendaraan listrik yang asyik berlalu-lalang di jalanan Indonesia.

Kalau kita intip ke belakang, kenaikan ini benar-benar drastis. Bayangkan saja, di tahun 2020 jumlahnya baru di kisaran 3.500 unit. Motor listrik dan mobil listrik penumpang jadi pahlawan utama yang bikin angka ini melonjak tajam.

Feby Setyo Hariyono, Sekretaris Ditjen ILMATE Kemenperin, memaparkan bahwa motor listrik memimpin dengan total 242 ribu unit. Sementara itu, mobil listrik penumpang menyusul dengan angka 223 ribu unit.



"Lagi-lagi populasi kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat, di mana pada tahun 2020 itu masih terdapat 3.500-an unit. Ini menjadi 468 ribuan unit pada April 2026," kata Feby dalam Seminar GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang (5/8).

"Nah ini pertumbuhan ini didorong utamanya oleh kendaraan listrik roda dua yang telah mencapai 242 ribu unit dan kendaraan penumpang roda empat sebanyak 223 ribu unit. Sehingga keduanya ini menjadi kontributor utama dalam percepatan adopsi kendaraan listrik nasional," tambahnya.





Kenaikan jumlah unit ini juga bikin pangsa pasar kendaraan elektrifikasi makin luas. Di kategori hybrid (HEV), pasarnya naik dari 0,49 persen pada 2022 menjadi 9,26 persen per Juni 2026.

Enggak mau kalah, mobil listrik murni (BEV) juga melesat dari 0,99 persen ke angka 16,06 persen. Tren positif ini bikin mobil bermesin bensin (ICE) mulai perlahan tergeser oleh kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Feby optimis kalau hal ini membuktikan bahwa program pemerintah untuk menekan emisi mulai menunjukkan hasil nyata.



"Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan industri LCEV beserta dukungan insentif pemerintah ini telah mampu mendorong percepatan adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia," ungkapnya.

Keberhasilan ini gak lepas dari berbagai langkah strategis pemerintah, seperti pemberian insentif yang menarik, masuknya investasi baru, hingga pengembangan ekosistem industri EV di dalam negeri.

Melihat tren yang terus positif, pemerintah yakin Indonesia punya modal kuat untuk mempercepat transisi ke transportasi hijau sekaligus memperkuat taring industri otomotif kita di kancah nasional maupun global.

FAQ Artikel

Berapa total populasi kendaraan listrik di Indonesia hingga April 2026?

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, populasi kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai sekitar 468 ribu unit hingga April 2026.

Jenis kendaraan listrik apa yang paling banyak berkontribusi pada pertumbuhan ini?

Motor listrik memimpin dengan 242 ribu unit, diikuti oleh mobil listrik penumpang dengan 223 ribu unit sebagai kontributor utama.

Bagaimana perkembangan pangsa pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia?

Pangsa pasar mobil hybrid (HEV) naik dari 0,49% (2022) menjadi 9,26% (Juni 2026), sementara mobil listrik murni (BEV) melesat dari 0,99% menjadi 16,06%.

Apa faktor pendorong peningkatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia?

Faktor pendorongnya meliputi kebijakan pemerintah, pemberian insentif, masuknya investasi baru, dan pengembangan ekosistem industri EV di dalam negeri.

populerRelated Article