
Salah satu penyebab pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium langka adalah untuk menjaga kualitas udara, seiring menyambut perhelatan kompetisi olahraga Asian Games dan Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank (AN IMF-WB) 2018.
Hal itu disampaikan Vice Presiden Coorporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito menanggapi banyaknya keluhan dari masyarakat atas terjadinya kelangkaan BBM jenis Premium di Ibukota.
Menurut dia, bersamaan dengan kedua hajatan besar itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar memperhatikan penggunaan BBM demi menjaga dampak kualitas udara di Indonesia selama kedua acara itu berlangsung.
"Makanya sekarang kami lagi mendorong untuk penggunaan BBM yang beroktan tinggi, dalam kaitan untuk menggunakan yang lebih tinggi, bahkan Euro 4," terangnya.
Kendati begitu, hal ini sebenarnya bertabrakan dengan aturan lain dari pemerintah, di mana Pertamina masih ditugaskan menjual Premium di daerah luar Jawa dan Bali. Artinya, seharusnya Palembang masih bisa mendapat pasokan Premium, meski ada aturan dari KLHK.
"Ya kami lihatnya begini, aturan ini yang buat hanya pemerintah, Pertamina buat road map (peta jalan) juga atas aturan dari pemerintah. Tidak boleh jual non Euro, itu juga aturan pemerintah, jadi kami comply dengan aturan pemerintah saja," jawabnya.
Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan kelangkaan Premium. Bahkan, keluhan semakin meningkat setelah Pertamina mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertalite sebesar Rp200 per liter. Hal ini membuat harga BBM RON 90 itu sekitar Rp7.800 per liter di Jakarta.