icon-category Digilife

Presiden AS: Serangan Siber Bisa Picu Perang Senjata di Dunia Nyata

  • 29 Jul 2021 WIB
  • Bagikan :

     

    Uzone.id - Banyaknya serangan siber yang ditujukan ke pemerintah maupun perusahaan besar asal Amerika membuat pemerintah AS memberikan peringatan yang menyeramkan. Presiden AS, Joe Biden bahkan menyebut jika perang siber di dunia nyata bisa memicu perang senjata di dunia nyata.

    Hal ini disampaikannya dalam pidatonya di depan para petinggi badan intelijen AS. Menurutnya, ancaman siber itu benar-benar bisa merusak perdamaian dan mengacaukan dunia. Pasalnya, serangan siber itu berpotensi melumpuhkan pemerintahan, perusahaan, bahkan infrastruktur penting bagi publik.

    "Jika kita berakhir dalam sebuah perang, perang senjata yang nyata dengan mengerahkan semua kekuatan besar, ini merupakan konsekuensi dari pelanggaran yang terjadi di dunia maya," ujar Biden, seperti dikutip dari Ars Technica, Kamis, 29 Juli 2021.

    Pidato ini secara tidak langsung menyentil negara seperti Rusia dan China, yang diduga pemerintah AS sebagai dalang dari banyaknya serangan siber yang akhir-akhir ini melanda pemerintah dan perusahaan di AS.

    Sejumlah peretasan baru-baru ini mengungkapkan tingkat kerentanan Amerika di dunia maya. Mulai dari pelanggaran spionase ekstensif yang melanda jantung pemerintah hingga serangan ransomware yang telah menghentikan operasi di jalur pipa minyak penting dan pabrik pengepakan daging di negara tersebut.

    Pemerintahan Biden menuduh Rusia dan China, atau peretas yang berbasis di dalam kedua negara itu, atas serangan-serangan yang terjadi. Pejabat AS telah memperingatkan bahwa pemerintah akan merespons dengan ancaman. Pemerintah AS mengancam akan membalas dengan 'gabungan alat yang terlihat dan tidak terlihat'. Namun sayang, aksi serangan siber itu diduga masih berlanjut.

    Saat ditanya, siapa yang akan ditantang untuk berperang akibat serangan yang terjadi itu, Biden langsung menyebut dua nama pemimpin negara, yakni Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping. Keduanya dianggap telah merencanakan serangan-serangan tersebut. Biden pun meminta semua pihak untuk mencari solusi untuk mengimbanginya tanpa memperburuk situasi.

    "Ini merupakan pelanggaran murni terhadap kedaulatan kita. Putin memiliki masalah yang nyata. Dia duduk di atas ekonomi yang hanya mengandalkan nuklir dan sumur minyak, tidak ada yang lainnya. Dia tahu kalau dirinya dalam masalah nyata dan itu membuatnya semakin berbahaya. Sedangkan Xi Jinping sangat serius ingin menjadikan China dengan militer terkuat di dunia pada 2040, serta menjadikannya sebagai negara dengan ekonomi terbesar dan paling menonjol," kata Biden.

    Biden menekankan bahwa serangan siber hanyalah salah satu aspek dari meningkatnya ancaman yang dihadapi AS. Dia memprediksi akan ada lebih banyak serangan lagi dalam 10 tahun ke depan, dibandingkan jumlah serangan yang terjadi 50 tahun terakhir. Hal ini, katanya akan menempatkan beban luar biasa pada komunitas intelijen.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini