Project Panama: Perusahaan Hancurkan Jutaan Buku Langka Demi Model AI
Perusahaan AI diam-diam membeli dan menghancurkan jutaan buku langka dari seluruh dunia secara diam-diam untuk melatih large language model mereka.

Highlight Artikel
- Perusahaan AI diam-diam membeli jutaan buku bekas dan langka dari seluruh dunia untuk melatih large language model (LLM) mereka.
- Buku-buku antik yang sudah tidak diproduksi lagi dipotong, dipindai, dan kemudian dihancurkan setelah isinya didigitalisasi.
- Anthropic, salah satu perusahaan yang tertangkap basah, mengakui menggunakan jutaan buku bajakan untuk melatih model Claude dan menghadapi gugatan hak cipta senilai USD1,5 miliar.
- Secara hukum, tindakan merusak buku ini dinilai bersifat “transformatif” dan termasuk dalam definisi penggunaan wajar, meskipun menimbulkan kontroversi.
Daftar Isi
Praktik Pembelian dan Penghancuran Buku Langka oleh Perusahaan AI
Yang menjadi sorotan, buku-buku antik dan sudah tidak diproduksi lagi tersebut malah dipotong dan dihancurkan setelah isinya dipindai secara digital.
“Perusahaan-perusahaan AI membeli buku-buku langka dalam jumlah besar, memindai buku-buku tersebut menggunakan mesin berkecepatan tinggi yang memotong bagian punggung buku, dan menghancurkan buku aslinya,” tulis akun @/hedgiemarkets.
Dalam cuitannya, ia membongkar bahwa layanan bernama ISBNdb memfasilitasi pemesanan hingga satu juta buku dan menjaga kerahasiaan identitas pembeli.
“Buku-buku yang diterbitkan sebelum tahun 2022 dihargai lebih tinggi karena bebas dari teks yang dihasilkan AI,” ujarnya.
Anthropic Akui Hancurkan Jutaan Buku
Hal ini membuat geram banyak pihak karena buku-buku yang sebagian sudah langka tersebut malah dihancurkan hingga tak ada jejak kembali.
ISBNdb sendiri tidak memberitahu secara gamblang siapa saja klien mereka, tapi salah satu yang tertangkap basah adalah Anthropic. Perusahaan ini bahkan mempekerjakan mantan kepala kemitraan Google Books untuk memperoleh "semua buku di dunia” dengan mudah dan tepat sasaran.
Mengutip dari Mashable, Senin, (10/08), Anthropic telah mengakui menggunakan jutaan buku bajakan untuk melatih Claude. Hal ini juga terbongkar dalam gugatan class action yang ditujukan ke induk Claude ini, dimana mereka harus menyelesaikan sengketa hak cipta senilai USD1,5 miliar.
Tinjauan Hukum dan Kontroversi Hak Cipta
"Anthropic meyakini bahwa menggunakan buku adalah cara paling hemat biaya untuk menciptakan model bahasa besar (LLM) kelas dunia,'" tulis Hakim Distrik AS William Alsup dalam putusan hukum, dikutip dari sumber yang sama.
Tindakan massal Anthropic ini dinamakan Project Panama. Alsup menjelaskan bahwa Anthropic menghabiskan jutaan dolar untuk membeli jutaan buku cetak, yang seringkali dalam kondisi bekas.
“Penyedia layanannya melepaskan buku-buku tersebut dari sampulnya, memotong halamannya sesuai ukuran, dan memindai buku-buku tersebut ke dalam bentuk digital — sambil membuang salinan asli berbentuk kertas,” jelas Alsup.
Sayangnya, meski telah dianggap menghilangkan buku-buku langka sekaligus melanggar hak cipta, tapi secara hukum, Alsup menilai bahwa tindakan merusak buku ini bersifat “transformatif” dan termasuk dalam definisi penggunaan wajar.
“Mereka pada dasarnya menukar satu salinan fisik dengan satu salinan digital. Seandainya Anthropic mengabaikan basis data bajakan, membeli buku fisik sejak awal, lalu merobek-robeknya dengan cara ini, para penulis tidak akan memiliki dasar hukum untuk mengajukan gugatan,” tuturnya.
FAQ Artikel
Apa yang dilakukan perusahaan AI terhadap buku-buku langka?
Perusahaan AI membeli jutaan buku bekas dan langka, memindai isinya untuk melatih large language model (LLM), lalu memotong dan menghancurkan buku fisiknya setelah proses digitalisasi.
Mengapa buku-buku yang diterbitkan sebelum tahun 2022 dihargai lebih tinggi?
Buku-buku yang diterbitkan sebelum tahun 2022 dihargai lebih tinggi karena dianggap bebas dari teks yang dihasilkan oleh AI, menjadikannya sumber data pelatihan yang murni.
Perusahaan AI mana yang disebutkan terlibat dalam praktik ini?
Anthropic, pengembang model AI Claude, tertangkap basah menggunakan jutaan buku bajakan untuk melatih model mereka melalui proyek bernama Project Panama.
Bagaimana tanggapan hukum terhadap tindakan perusahaan AI menghancurkan buku?
Secara hukum, Hakim Distrik AS William Alsup menilai tindakan merusak buku ini bersifat “transformatif” dan termasuk dalam definisi penggunaan wajar, meskipun kontroversial dan dianggap melanggar hak cipta oleh banyak pihak.

.jpg%3Fdownload%3Dfalse%26amp%3Bresolution%3DHD&w=256&q=75)