
Uzone.id - SPBU BP jadi satu-satunya operator BBM swasta yang memiliki stok bensin RON 92. Tak heran antrean di SPBU BP jadi mengular bahkan sampai ke pinggir jalan.
Berdasarkan pantauan Uzone.id di sejumlah SPBU BP di Jakarta dan Bekasi, terjadi keramaian karena minat yang tinggi akan BBM dari SPBU swasta.Terpantau pada Rabu (5/11) di sekitar Pancoran, Jakarta Selatan, antrean sepeda motor di SPBU BP cukup panjang, bahkan sampai ke pinggir jalan.
Antrean yang panjang ini ternyata tidak menyurutkan minat pengguna sepeda motor untuk mengisi BBM di SPBU BP, meskipun hanya menyediakan satu jenis saja yakni RON 92.
Hal yang sama juga ditemukan Uzone.id saat memantau SPBU BP di daerah Galaxy, Bekasi, Jawa Barat. Meskipun tidak seramai di SPBU BP Pancoran, namun pengendara mobil terlihat lebih mendominasi.
Bahkan antrean SPBU BP di Galaxy, Bekasi, Jawa Barat terpantau ada di beberapa dispenser yang menyediakan BBM RON 92.
Seperti diberitakan sebelumnya, BP menjadi satu-satunya SPBU swasta yang saat ini menyediakan BBM RON 92 berkat kerja sama B2B dengan membeli base fuel dari Pertamina Patra Niaga.
"BP-AKR menginformasikan bahwa saat ini SPBU BP melayani penjualan produk BP 92 dan BP Ultimate Diesel. SPBU BP tetap setia melayani pelanggan dengan produk berkualitas, fasilitas lengkap beserta tenant yang tetap buka untuk menemani perjalanan Anda," jelas BP dalam situs resmi mereka.
Sementara operator SPBU swasta lainnya seperti Shell dan Vivo, hingga Kamis (6/11) ini terpantau masih belum memiliki produk BBM baik di RON 90, RON 92, RON 95, bahkan RON 98.
Meskipun SPBU BP menggunakan base fuel dari Pertamina Patra Niaga, pihak BP mengakui produk mereka tetap terjaga kualitasnya.
"Prioritas kami jelas, BP 92 kembali tersedia dan kualitas produk yang dihadirkan konsisten terjaga. Fokus mutu ini bagian dari komitmen jangka panjang kami membangun layanan energi yang terpercaya di Indonesia," ujar Vanda dikutip dari Antara.
Ramainya SPBU BP meskipun hanya menyediakan BBM dengan RON 92 dan BBM diesel, menjadi cerminan kalau pengguna kendaraan di Indonesia tidak lagi percaya dengan kualitas BBM di Pertamina.