
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit pada Jumat (21/6) terkait larangan bagi maskapai penerbangan Rusia terbang ke Georgia. Larangan terbang itu berlaku mulai 8 Juli mendatang.
Hal ini menyusul bentrokan sengit di Georgia mengenai seorang anggota parlemen Moskow yang diizinkan berbicara di parlemen di Tbilisi.
Pidato anggota parlemen Rusia, Sergei Gavrilov, di hadapan para delegasi telah memicu demonstrasi di Georgia. Gavrilov ikut serta dalam Majelis Antarparlemen untuk Orthodoksi (IAO). Lembaga ini dibentuk oleh parlemen Yunani pada 1993 untuk membina hubungan antara anggota parlemen Kristen Ortodoks.
Para politisi dan masyarakat Georgia menentang keras kehadiran Moskow di negara tersebut.
Georgia merupakan wilayah pecahan Uni Soviet. Saat ini Rusia dan Georgia memperebutkan dua wilayah di Georgia, yakni Abkhazia dan Ossetia Selatan. Kedua wilayah itu diduduki Rusia pada 2008.
Meski Moskow mengakui mereka sebagai negara merdeka, namun pasukan Rusia tetap berada di sana sejak saat itu.
Lihat juga:Putin Sebut Hubungan Rusia dan AS Semakin Buruk |