Digilife

Q2 2021, Ancaman Online di Indonesia Naik 92 Persen

  • 09 August 2021
  • Bagikan :

     

    Uzone.id - Pandemi di Indonesia yang masih berlangsung hingga saat ini menyebabkan aktivitas terus dilakukan di rumah, sekolah kuliah dan bekerja kini dilangsungkan dengan sistem daring dari rumah masing-masing.

    Meningkatnya aktivitas menggunakan platform online juga menumbuhkan angka kejahatan siber. Berbagai jenis kejahatan siber semakin bermunculan akibat tingginya penggunaan platform digital ketika melakukan aktivitas sehari-hari.

    Kaspersky sebagai perusahaan keamanan siber global telah merilis data statistik ancaman siber terbaru di Indonesia. Dalam datanya, serangan siber di Indonesia mengalami peningkatan hingga 9 juta upaya serangan dibanding Q1 tahun ini, peningkatan tersebut terjadi dari April hingga Juni 2021.

    Selama kuartal kedua, satu dari lima pengguna di Indonesia hampir terinfeksi ancaman siber yang ditularkan melalui web. Kaspersky mencatat sebanyak 18.488.946 ancaman internet berbeda telah diblokir dan dideteksi pada periode ini.

    Ini menunjukkan peningkatan hingga 92 persen dibanding periode Januari-Maret ini. Ancaman ini meningkat hingga 208 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

    Dengan data ini, Indonesia berada diperingkat 68 dalam hal ‘bahaya yang timbul saat menjelajah web’.

    Disaat ancaman online yang terus meningkat, ancaman lokal terus mengalami penurunan. Secara umum, sekitar 22,9 persen pengguna diserang oleh ancaman lokal pada kuartal kedua tahun ini dengan insiden sebanyak 17.975.442. Kasus ini menurun hingga 33 persen dibanding periode yang sama di tahun 2020, menjadikan Indonesia berada di posisi ke-77 dunia.

    Adanya ancaman lokal ini disebabkan oleh Worm dan virus file. Malware ini tersebar melalui drive USB yang dapat dilepas, CD dan DVD, dan metode "luring" lainnya.

    Sistem Work From Home yang memaksa semua kegiatan perkantoran dihentikan sementara menjadi salah satu alasan menurunnya angka ancaman lokal ini.