
-
Ampas kopi dan plastik bekas umumnya selalu berujung di tempat sampah. Namun, hal itu tak berlaku bagi produsen sneaker asal Finlandia. Perusahaan ini meracik sneaker berbahan ampas kopi dan botol yang didaur ulang.
Produsen sepatu itu adalah Rens. Berbasis di Helsinski, para pembuatnya punya beragam alasan. Mengutip Mental Floss, mereka sangat menyayangkan ampas kopi yang kerap dibuang. Daripada menjadi limbah yang berdampak buruk bagi lingkungan, apa salahnya jika ampas kopi didaur ulang.
Lihat juga:Kala Industri Fesyen Dituntut Ramah Lingkungan |
Mereka mengeringkan kopi, membuang minyak, menggiling ampas bubuk kopi menjadi partikel lebih kecil. Kemudian, hasil pengolahan itu dicampurkan dengan botol plastik yang telah dilelehkan untuk kemudian menjadi benang.
Ada pula Sebastian Thies, melalui label nat-2, yang sebelumnya telah lebih dulu meluncurkan produk sepatu berbahan kopi pada 2018 lalu. Bedanya, sneaker yang dibuat Thies menggunakan bubuk kopi, bukan ampas.
Mengutip Sprudge, berbasis di Munich, Jerman, Thies menciptakan sepatu dengan 50 persen bahan bubuk kopi yang berasal dari berbagai daerah.
Kini, beragam produsen fesyen memang tengah beramai-ramai menciptakan produk ramah lingkungan. Gema tingkat pencemaran lingkungan di dunia yang kian tinggi menjadi pendorongnya.