Home
/
Digilife

Ramai Tren Salam Tiga Jari di Medsos, Ini Asal-usul dan Maknanya

Salam tiga jari The Hunger Games kini simbol perlawanan pro-demokrasi global, dipakai mahasiswa dan gerakan dunia untuk memprotes ketidakadilan dan aktivisme.

Ramai Tren Salam Tiga Jari di Medsos, Ini Asal-usul dan Maknanya

Sumber foto: Soe Zeya Tun/Reuters

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Salam tiga jari menjadi tren di media sosial Indonesia sebagai simbol protes dan solidaritas pro-demokrasi.
  • Gestur ini merupakan bahasa universal yang digunakan gerakan pro-demokrasi di berbagai negara, termasuk Thailand, Myanmar, dan Hong Kong.
  • Bermula dari The Hunger Games sebagai lambang terima kasih, hormat, dan perpisahan, lalu berevolusi menjadi simbol revolusi melawan rezim otoriter, juga terinspirasi Revolusi Prancis.
  • Penggunaan simbol ini di ruang digital merupakan bentuk aktivisme digital untuk menyuarakan protes melawan ketidakadilan.

Uzone.id — Akhir-akhir ini–tepatnya pada pekan menjelang Hari Sumpah Pemuda, deed Instagram, X (Twitter), atau FYP TikTok banyak menampilkan foto dan video aksi demonstrasi dengan mengacungkan salam tiga jari atau three-finger salute.

Bahkan di Instagram, salam tiga jari ini sudah dibuat dalam berbagai tren Add Yours dan direpost hingga ratusan ribu kali oleh warga Indonesia yang turut bersuara di tengah kondisi negara saat ini.

Tapi, sebenarnya apa sih makna di balik gestur ini? Kenapa gestur sederhana ini bisa jadi simbol kuat yang digunakan untuk menyuarakan protes ke pemerintah?nbsp;

Makna dan Asal Usul Salam Tiga Jari

Bukan sekadar gimmick atau gaya-gayaan di depan kamera, salam tiga jari punya pesan mendalam. Ini menjadi gestur ini menjadi bahasa universal bagi gerakan sosial pro-demokrasi di berbagai belahan dunia.

Beberapa negara sudah menggunakan simbol ini, mulai dari penolakan kudeta militer di Thailand dan Myanmar hingga perlawanan terhadap represi di Hong Kong dan yang terbaru adalah gerakan 'Indonesia Sadar' & Sumpah Pemuda yang dilakukan aliansi mahasiswa di Indonesia.

Melansir dari berbagai sumber, simbol three-finger salute ini sebenarnya bermula dari budaya pop, tepatnya dari novel fiksi yang diadaptasi jadi film populer The Hunger Games series.

Di cerita ini, gestur salam tiga jari ini merupakan tradisi lama Distrik 12 yang melambangkan tiga hal yaitu ucapan terima kasih, rasa hormat, dan salam perpisahan.




Tapi, makna ini berubah ketika tokoh utama, Katniss Everdeen, memberi salam ini setelah sekutunya yaitu Rue gugur. 

Ia kemudian mengacungkan salam tiga jari dan dibalas oleh warga Distrik 12, lalu salam tersebut pun kemudian menjadi simbol revolusi untuk melawan rezim otoriter Capitol dan Presiden Snow.

Terinspirasi dari film ini dan juga dari Revolusi Prancis dimana setiap jarinya membawa manifestasi nilai “liberté, égalité, fraternité” (kebebasan, kesetaraan, persaudaraan), simbol ini pun menjadi bentuk perlawanan sipil untuk melawan ketidakadilan.

Simbol Transformasi dan Aktivisme Digital

“Berawal dari sebuah simbol fiksi dalam budaya populer “Hunger Games”, “Three-Finger Salute” kini telah bertransformasi menjadi instrumen perlawanan yang lugas melampaui batas-batas fiksi,” tulis akun Instagram resmi BEM UI, dikutip Jumat, (30/10). 

Kehadiran tren salam tiga jari di ruang digital ini menjadi cara baru untuk menyuarakan protes melalui platform media sosial, hal ini pun dikenal sebagai digital activism.

“Penggunaan simbol ini adalah identitas kita bersama untuk merapatkan barisan, baik di jalanan maupun dalam aktivisme digital,” tambah mereka.

 

FAQ Artikel

Apa makna asli salam tiga jari di The Hunger Games?

Di The Hunger Games, gestur ini merupakan tradisi Distrik 12 yang melambangkan ucapan terima kasih, rasa hormat, dan salam perpisahan.

Mengapa salam tiga jari menjadi simbol perlawanan global?

Makna salam tiga jari berubah menjadi simbol revolusi setelah Katniss Everdeen menggunakannya sebagai perlawanan terhadap rezim otoriter Capitol. Inspirasi dari nilai "liberté, égalité, fraternité" Revolusi Prancis juga memperkuatnya sebagai bentuk perlawanan sipil.

Bagaimana salam tiga jari relevan dengan aktivisme digital?

Kehadiran tren salam tiga jari di media sosial menjadi cara baru untuk menyuarakan protes secara digital. Ini dikenal sebagai digital activism, memungkinkan solidaritas gerakan di jalanan maupun platform online.

Vina Insyani

Vina Insyani

Jurnalis

Jurnalis yang berfokus untuk memantau tren viral di sekitar kalian serta mengulik isu yang ramai dibahas di ruang digital.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article