Home
/
Automotive

Rasanya Nyetir Chery Tiggo V Setir Kiri di China: Fun to Drive, Tapi..

Chery Tiggo V, SUV modular unik yang bisa jadi double-cabin, akan debut di GIIAS 2026. Mesin 1.6L turbonya kurang responsif dengan jeda akselerasi terasa.

Rasanya Nyetir Chery Tiggo V Setir Kiri di China: Fun to Drive, Tapi..

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Chery Tiggo V adalah SUV modular unik yang bisa dibongkar pasang seperti Lego, bahkan bisa diubah menjadi double-cabin.
  • SUV ini akan diperkenalkan di GIIAS 2026 dan menjadi andalan terbaru Chery Indonesia.
  • Kabinnya mewah, nyaman, dan memberikan impresi berkendara yang menyenangkan serta stabil, cocok untuk perkotaan dan petualangan.
  • Mesin 1.600cc turbo dirasa kurang bertenaga saat akselerasi spontan, mengalami turbo-lag yang signifikan, sehingga versi PHEV diharapkan menjadi solusi.

Wuhu, China, Uzone.id - Chery Tiggo V, SUV yang bisa dibongkar pasang kayak Lwgo bakal menjadi andalan terbaru Chery Indonesia, terlebih ketika sudah diperkenalkan di ajang GIIAS 2026 dan sudah bisa dipesan.

Hanya saja, karena belum resmi dijual, maka tim Uzone.id yang berkesempatan langsung untuk mencobanya di Fantawild, Wuhu, China menjadi momen langka yang menarik.



Desain Unik dan Fleksibilitas Kabin

Kenapa? Mobil ini tergolong unik, karena punya bagian belakang yabg bisa dicopot pasang. Maka jadilah sebuah SUV multi fungsi, bisa jadi SUV keluarga berkapasitas 5 atau 7 penumpang dan bisa juga jadi double-cabin.

Tampangnya gahar dengan grill besar yang gagah. Begitu juga bagian samping dan belakang. Uniknya, pintu bagasi pun bisa "dibelah" dua buka tutupnya. Bisa kacanya saja, pintunya saja, atau dua-duanya.

Kabin juga cukup mewah dengan tombol-tombol yang banya tersedia. Sebuah layar besar dan MID jadi pusat dari kabin. Posisi duduk dan jok juga terbilang cukup nyaman dan suportif.

Impresi Berkendara dan Performa Mesin

Chery belum mengumumkan spesifikasi maupun fitur-fitur dari Tiggo V. Namun bocoran yang kami terima, untuk yang dipasarkqn di Indonesia bakal mengusung mesin bensin ICE berkapasitas 1.600cc turbo dan punya suspensi independen di bagian belakang.

Kami pun bergegas masuk ke dalam kabinnya. Saat idle, suara mesin tidak terdengar di kabin. Tapi lain cerita saat pedal gas diinjak spontan, deru suara mesin terdengar di kabin, meski getaran mesin yang dirasakan tergolong minim.

Kami sudah dengan rasa berkendaranya yang fun, bahkan seperti lupa kalau sedang nyetirin sebuah SUV bongsor.

Feeling setir, rem dan pergerakan mobil terasa stabil dan mudah dikendalikan. Bantingan suspensi juga moderat, tidak keras tidak empuk, sehingga pergerakan mobil jadi tidak liar.

Potensi dan Harapan Versi PHEV

Hanya saja, ada sedikit pekerjaan rumah untuk Chery khususnya soal power untuk mobil berakselarasi. Tenaga dari mesin 1.600cc turbo tersebut menurut kami masih belum cukup ubtuk meladeni bongsornya mobil ini.

Saat berakselarasi spontan, power to weight ratio-nya masih belum seimbang, karena kami masih merasakan jeda atau delay atau turbo-lag yang lumayan lamban responnya.



Sebenarnya kondisi itu wajar untuk sebuah mobil turbo. Tapi kami yang terbiasa mencoba mobil CSH Chery, jadi merasa kalau akselarasinya kurang nendang. Karenanya, versi PHEV diharapkan bisa menjadi solusi bagi para penyuka power pada sebuah SUV.

Tapi secara umum, untuk penggunaan di perkotaan, power tersebut sudah cukup memadai. Apalagi mobil ini punya driving impression yang baik, sehingga tidak melalahkan ketika dikendari di perkotaan yang padat dan sesekali adventure.

FAQ Artikel

Apa itu Chery Tiggo V?

Chery Tiggo V adalah SUV terbaru dari Chery yang memiliki desain modular unik, di mana bagian belakangnya bisa dibongkar pasang, mengubahnya menjadi SUV 5/7 penumpang atau double-cabin.

Kapan Chery Tiggo V akan diperkenalkan di Indonesia?

Chery Tiggo V akan diperkenalkan di ajang GIIAS 2026 dan sudah bisa dipesan setelah diperkenalkan.

Bagaimana impresi berkendara Chery Tiggo V?

Impresi berkendara Chery Tiggo V terasa fun, stabil, dan mudah dikendalikan. Bantingan suspensi moderat, membuat pergerakan mobil tidak liar dan nyaman untuk penggunaan perkotaan atau adventure.

Apa kekurangan performa mesin Chery Tiggo V?

Mesin bensin ICE 1.600cc turbo pada Chery Tiggo V dirasa masih kurang bertenaga untuk meladeni bodinya yang bongsor, terutama saat akselerasi spontan, sehingga masih merasakan jeda atau turbo-lag yang lumayan lamban responnya.

Apakah ada solusi untuk kekurangan tenaga mesin Chery Tiggo V?

Ya, versi PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) diharapkan bisa menjadi solusi bagi para penyuka power pada sebuah SUV dan mengatasi isu turbo-lag yang ada pada mesin 1.600cc turbo.

Bagja Pratama

Bagja Pratama

Jurnalis

Menjadi jurnalis otomotif sejak tahun 2010 dan sudah mencoba ratusan jenis dan model mobil dan motor yang beredar di Indonesia.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article