icon-category Digilife

Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Hutang Pinjol, Kredivo Lakukan Investigasi

  • 17 Nov 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: Dylan Gillis/Unsplash

    Uzone.id - Akhir-akhir ini, publik ramai dengan kasus pinjaman online yang menjerat ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Kasus peminjaman ini berawal ketika para mahasiswa mencari dana untuk kegiatan kampus.

    Hingga saat ini, Kamis, (17/11), Polrestabes Bogor Kota telah menerima laporan pengaduan dari 331 mahasiswa IPB. Mereka menjadi korban penipuan dengan modus pencarian dana lewat aplikasi, kerugiannya pun mencapai miliaran rupiah.

    Dilansir dari berbagai sumber, ada beberapa perusahaan keuangan yang disebutkan dalam kasus ini. Salah satunya adalah Kredivo yang menjadi platform pinjaman yang digunakan mahasiswa IPB.

    Menanggapi hal ini, Kredivo turut buka suara dan menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi lebih lanjut terkait kasus dugaan penipuan yang menyebabkan mereka terlilit hutang pinjaman online.

    Baca juga: Bisa-bisanya Elon Musk Bercanda Saat Ribuan Pegawai Twitter Dipecat

    “Saat ini kami sedang menginvestigasi kasus terkait lebih lanjut dan sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” jelas Indina Andamari, VP Marketing & Communication Kredivo dalam pernyataan yang diterima Uzone.id, Kamis, (17/11).

    Berdasarkan investigasi awal yang dilakukan Kredivo, Indina menyatakan adanya indikasi kegiatan penipuan terencana terhadap para mahasiswa IPB. 

    “Sebagai perusahaan pembiayaan yang sudah berizin dan diawasi OJK, kami bertanggungjawab dan berkomitmen untuk bekerjasama dengan semua pihak terkait dalam penyelesaian hal ini,” tambahnya.

    Sementara itu, Kredivo mengatakan kalau pihaknya terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit agar konsumen bisa lebih bijak dalam memanfaatkan akses pinjaman yang sesuai dengan kemampuan mereka.

    Baca juga:  Hadir Virtual di B20 Summit Sambil Mati Lampu, Elon Musk Bahas Apa Aja?

    “Disamping berkomitmen untuk tetap dapat memfasilitasi kebutuhan konsumen Indonesia secara aman, terjangkau, dan fleksibel, kami juga secara konsisten turut mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda mengenai literasi keuangan dan literasi digital agar mewujudkan sektor keuangan digital yang lebih kondusif dan tumbuh berkelanjutan,” tutur Indina.

    Modus dari penipuan terhadap ratusan mahasiswa IPB ini adalah ketika mereka diiming-imingi keuntungan sebesar 10 persen oleh oknum, dengan syarat mereka harus mengunduh dan meminjam uang di 5 perusahaan pinjol. 

    Uang tersebut kemudian ditransfer ke rekening si pelaku. Merasa tak menggunakan uang tersebut, para mahasiswa ini kemudian melaporkan pelaku atas kasus penipuan.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini