Ratusan Pelajar Cileungsi Jadi Korban Deepfake AI, Foto Jadi Porno
Ratusan pelajar di Cileungsi, Bogor, menjadi korban deepfake AI, wajah mereka dimanipulasi jadi konten tak senonoh. Pelaku teridentifikasi.

Highlight Artikel
- Ratusan pelajar di Cileungsi, Bogor, menjadi korban deepfake AI, di mana wajah mereka dimanipulasi menjadi konten tidak senonoh.
- Pelaku mencuri foto korban dari media sosial dan memanipulasinya menjadi foto atau video pornografi.
- Dua terduga pelaku (KF dan DCN) telah diidentifikasi, mengakui perbuatannya, dengan ribuan konten manipulasi ditemukan di perangkat mereka dan diunggah ke situs seperti judi online.
- Kementerian PPPA mengimbau masyarakat untuk melapor jika menjadi korban penyalahgunaan AI melalui hotline SAPA 129 atau WhatsApp 08111-129-129.
Uzone.id — Kejahatan di ruang
digital dengan memanfaatkan AI terus memakan korban. Terbaru, ratusan pelajar
sekolah swasta di Cileungsi Bogor menjadi korban deepfake AI dimana wajah
mereka dimanipulasi dan diubah menjadi konten tidak senonoh.
Dalam penuturan
dari kuasa hukum saksi, Muhammad Ari Pratomo, korban dari kejahatan ini
mencapai ratusan siswa.
“Korban ini
ratusan,” kata Ari, dikutip dari Bogor Pojok Satu, Kamis, (17/09).
Diketahui, pelaku mencuri foto korban dari akun media sosial masing-masing pelajar. Setelah itu, foto-foto tersebut dimanipulasi menjadi foto tanpa busana hingga video bermuatan pornografi.
Kepolisian sudah
mengantongi dua nama yang dilaporkan sebagai pelaku, yaitu KF dan DCN. Keduanya
disebut punya peran yang berbeda, yakni sebagai inisiator dan pembuat konten.
Ari mengungkap
kalau kedua orang terduga pelaku ini bahkan sudah mengakui perbuatannya kepada
para saksi.
“Dari keterangan
saksi yang saya dampingi, mereka menyaksikan langsung dan menanyakan kepada
pelaku dan pelaku mengakui saat ditanya,” ujar Ari.
Sebagai
pendukung, pihak kepolisian juga menemukan adanya ribuan foto serta video yang
diduga hasil manipulasi AI di smartphone milik terduga pelaku. Konten-konten
tersebut juga dilaporkan telah diunggah ke sejumlah situs internet, salah
satunya situs judi online.
“Tapi faktanya di dalam handphone itu sempat dilihat itu ada beberapa website yang sudah pernah diunggah seperti website judol dan lain-lain,” jelas Ari.
Saat ini,
kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Dugaan mengenai
pengunggahan foto ke situs-situs judi online juga masih perlu penyelidikan
mendalam, termasuk menyelidiki jejak digital dan akun yang digunakan.
Meski baru
dilaporkan pada 19 Mei 2026, kasus ini diduga sudah berlangsung semenjak 2025
lalu, bahkan saat semua pihak (termasuk pelaku) masih berstatus pelajar.
Saat ini, terduga
pelaku disebut telah lulus dari sekolah, beberapa korban masih berstatus
pelajar dan beberapa lainnya sudah berstatus mahasiswa.
Saat ini, kasus
tersebut masih terus dalam tahap penyelidikan. Kuasa hukum dari korban berharap
proses hukum berjalan dengan cepat agar para korban tidak terus terbebani
perkara kasus ini.
“Saya sebagai
kuasa hukum saksi juga berharap segera diproses, tidak bertele-tele, agar
mereka ini bisa segera kuliah dan fokus pada pendidikan,” katanya.
Kementerian
Perlindungan Perempuan dan Anak (KemenPPPA) sendiri sudah memberikan himbauan
mengenai bahaya penyalahgunaan AI, khususnya terhadap perempuan dan anak-anak.
Dalam postingannya di Instagram, Kementerian PPPA menghimbau semua pihak untuk segera melapor jika menemukan atau menjadi korban dari penyalahgunaan teknologi ini. KemenPPPA sendiri sudah menyediakan layanan yang bisa dihubungi melalui hotline SAPA di 129 dan kontak WhatsApp di nomor 08111-129-129
FAQ Artikel
Siapa korban deepfake AI dalam kasus di Cileungsi, Bogor?
Korban deepfake AI dalam kasus ini adalah ratusan pelajar sekolah swasta di Cileungsi, Bogor.
Bagaimana modus operandi pelaku dalam kasus deepfake AI ini?
Pelaku mencuri foto korban dari akun media sosial masing-masing pelajar, lalu memanipulasinya menjadi foto tanpa busana atau video bermuatan pornografi.
Siapa terduga pelaku yang telah diidentifikasi?
Dua nama yang dilaporkan sebagai pelaku adalah KF dan DCN. Keduanya disebut punya peran berbeda, yakni sebagai inisiator dan pembuat konten, dan telah mengakui perbuatannya.
Apa bukti yang ditemukan pihak kepolisian?
Pihak kepolisian menemukan ribuan foto serta video yang diduga hasil manipulasi AI di smartphone milik terduga pelaku. Konten-konten tersebut juga dilaporkan telah diunggah ke sejumlah situs internet, salah satunya situs judi online.
Bagaimana cara melaporkan kasus penyalahgunaan AI seperti deepfake?
Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (KemenPPPA) menyediakan layanan pelaporan melalui hotline SAPA di 129 dan kontak WhatsApp di nomor 08111-129-129.
Vina Insyani
Jurnalis

