icon-category Digilife

Recap Trending News: Teka-Teki Siapa Bjorka dan Dugaan Monopoli Google

  • 18 Sep 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: DESIGNECOLOGIST/Unsplash

    Uzone.id - Bjorka dan segala tingkahnya masih menjadi perbincangan selama 7 hari ke belakang, bahkan Pemerintah telah menunjuk satgas khusus untuk melacak peretas data pribadi masyarakat Indonesia.

    Selain huru-hara soal Bjorka, kabar adanya penyelidikan Google terkait dugaan monopoli juga cukup menyita perhatian. Beberapa waktu lalu juga warganet sempat dibikin kaget karena ada ucapan bela sungkawa untuk Ratu Elizabeth II dari warga Tebet.

    Nah, untuk lebih detailnya, simak beberapa kabar berikut yang ramai dibicarakan selama satu minggu ke belakang.

    Tuduhan ‘Salah Target’ Terduga Bjorka

    Sosok dibalik Bjorka masih menjadi misteri sampai saat ini. Walaupun katanya pemerintah sudah mengantongi identitas Bjorka, nyatanya Bjorka ini masih berkeliaran di dunia siber dan wara-wiri menyindir pemerintah.

    Alih-alih menangkap pelaku aslinya, satgas khusus yang dibuat pemerintah malah menangkap seorang pemuda dengan inisial MAH di Madiun yang ternyata bukan sosok dibalik peretas Bjorka.

    Beberapa jam setelah kabar Bjorka tertangkap di Madiun muncul, sang hacker yang sempat hilang pun aktif kembali di Telegram. Ia bahkan menyinggung penangkapan MAH di Madiun.

    baca juga: Viral Bjorka Ditangkap di Madiun, Kok Masih Bisa Update di Telegram?

    “Pemerintah Indonesia sedang mencariku?” tulisnya. Ia pun mengutip link media online soal pemberitaan penangkapan pemuda di Madiun, “Anak ini sekarang sedang ditangkap dan diinterogasi oleh pemerintah Indonesia.”

    Hingga akhirnya, keesokan harinya MAH ini dilepas kembali oleh pihak berwenang karena bukan tersangka utama rentetan peretasan atas nama Bjorka. Tuduhan salah sasaran juga sempat tertuju pada seorang pemuda di Cirebon dimana remaja berinisial MSF disebut sebagai Bjorka.

    Padahal, nyatanya ia hanyalah seorang remaja yang sedang mengejar Paket C dan belajar edit video.

    Sampai saat ini, satgas khusus yang menangani kasus ini masih terus mencari sosok dibalik akun Bjorka.

    Surat Elizabeth II dari Tebet

    Warganet Indonesia juga diramaikan dengan satu cuitan yang dibagikan oleh akun Twitter @aksrsa dimana ia menunjukkan sebuah karangan bunga dengan tulisan berbahasa Indonesia di Inggris untuk mengenang kepergian Ratu Elizabeth II.

    Yang bikin warganet terhibur adalah alamat yang dituliskan di surat karangan tersebut, dimana disana tertulis Tebet Barat. Warganet sontak mengira-ngira siapa yang jauh-jauh mengirim karangan bunga ini dari Tebet ke Inggris.

    “Tebet pride,” tulis salah satu warganet.

    “Itu pasti kanjeng mami,” tulis warganet lainnya.

    Tak lama kemudian, sang pemilik karangan bunga dari Tebet ini muncul di kolom komentar, ialah username @yatiesalim31 yang mengirim karangan ini bersama dengan kawan-kawannya di Anns Square.

    Waaaah Masya Allah itu kami beremat dari RT 20 Tebet di Ann's Square Manchester. (yang) meletakkan bunga adalah Drg. Dian, saya berada di Manchester saat ini, Drg. Dian mengunjungi saya di Manchester dan Drg. Dian dan saya tinggal di RT 20 Tebet Barat. Drg skrg menuju london,” tulisnya.

    Iklan YouTube Makin Banyak, Tanpa Skip Pula

    Pemakai layanan video YouTube gratis harus bersiap-siap untuk melihat iklan lebih banyak saat ini. Pasalnya, YouTube dikabarkan sedang menguji coba iklan sebanyak 5 sampai 10 dalam satu video.

    Tak hanya itu, iklan-iklan ini nantinya juga hadir tanpa opsi skip. Dilansir dari SamMobile, Jumat, (16/09) beberapa utas di Reddit dan bahkan YouTube melaporkan kalau iklan YouTube muncul lebih dari 10 kali dalam satu video. Bahkan, laporan ini semakin dikeluhkan pengguna YouTube.

    Salah satu yang bisa membuat pengguna YouTube sedikit tenang adalah durasinya. Ya, walaupun jumlah iklan yang muncul semakin banyak, tapi durasi per iklannya dikabarkan hanya sekitar 5 sampai 6 detik saja.

    Jadi, jika dihitung, durasi iklan dari 10 iklan yang tidak dapat dilewati akan berlangsung sekitar 60 detik.

    Baca juga: Makin Sering Muncul, YouTube Uji Coba 10 Iklan Tanpa Skip?

    Sementara itu, karena masih pengujian, percobaan 10 iklan tanpa skip ini hanya dirasakan beberapa pengguna YouTube gratis saja. 

    YouTube juga belum terang-terangan mengakui adanya uji coba ini. Namun, salah satu akun Twitter resmi dari YouTube yaitu @TeamYouTube sempat membalas salah satu keluhan dari pengguna.

    YouTube mengatakan kalau kalau ini adalah ‘Iklan Bumper’, sebuah format yang muncul di awal video dan berisi beberapa iklan singkat.

    Google Indonesia Diselidiki atas Dugaan Monopoli

    Satu lagi kabar yang menjadi sorotan adalah penyelidikan Google dan anak usahanya di Indonesia oleh KPPU atau Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

    Raksasa teknologi ini diduga telah melanggar UU No. 5/1999 dimana Google dianggap telah melakukan penyalahgunaan posisi dominan, penjualan bersyarat, dan praktik diskriminasi dalam distribusi aplikasi secara digital di Indonesia.

    Keputusan penyelidikan ini dikeluarkan pada Rapat Komisi tanggal 14 September 2022 dan akan dilakukan selama selama 60 hari kerja kedepan guna memperoleh bukti yang cukup, kejelasan, dan kelengkapan dugaan pelanggaran Undang-Undang. 

    Baca juga: Diduga Monopoli, Google Indonesia dan Anak Usahanya Disidak KPPU

    Menurut KPPU, Google mengenakan tarif layanan/fee kepada aplikasi sebesar 15-30 persen dari pembelian yang mana ini memberatkan pengembang aplikasi di Indonesia.

    Perbuatan Google tersebut diklaim KPPU dapat berdampak pada upaya pengembangan konten lokal yang tengah digalakkan pemerintah Indonesia.

    Sementara itu, Google Indonesia mengatakan kalau mereka akan bekerja sama dengan pihak KPPU dan membuktikan kalau mereka selalu mendukung developer lokal.

    “Kami berharap dapat bekerja sama dengan KPPU untuk menunjukkan bagaimana Google Play telah dan akan terus mendukung para developer Indonesia,” ujar perwakilan Google Indonesia ketika dihubungi Uzone.id, Jumat, (17/09).

    Google juga menjelaskan bahwa pihaknya telah dan akan mendukung developer Indonesia untuk mengembangkan aplikasi dan bisnisnya di platform mereka, terlebih di Google Play Store.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini