Rekap SPK GIIAS 2026: Mobil China Kepung Toyota di Puncak
GIIAS 2026 menegaskan dominasi elektrifikasi merek China di Jabodetabek; Toyota memimpin SPK hybrid, diikuti BYD dan Wuling EV, sebagai fondasi bisnis baru.

Highlight Artikel
- GIIAS 2026 menandai pergeseran signifikan selera konsumen ke kendaraan elektrifikasi, menjadi penopang utama penjualan.
- Merek mobil China mulai mendominasi penerimaan kendaraan listrik di Jabodetabek, menunjukkan pasar yang semakin matang.
- Toyota memimpin perolehan SPK dengan 6.175 unit, didorong oleh penjualan kuat Innova Zenix Hybrid dan Veloz Hybrid.
- Pabrikan China seperti BYD, Chery, Wuling, Geely, dan GAC Aion menunjukkan performa penjualan elektrifikasi yang sangat agresif.
Uzone.id - Perhelatan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi cerminan nyata pergeseran selera otomotif masyarakat tanah air, setidaknya di kawasan 'ibu kota' sekitaran Jabodetabek.
Bukan sekadar ajang pamer teknologi terbaru, pameran tahun ini menegaskan bahwa kendaraan elektrifikasi kini telah menjadi primadona dan penopang utama angka penjualan berbagai pabrikan.Dominasi Kendaraan Elektrifikasi di GIIAS 2026
Dan mobil elektrifikasi di Indonesia saat ini, mulai didominasi merek China, di mana penerimaan warga 'ibu kota’ terhadap spesies baru tersebut sudah mulai mature.
Data Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang terkumpul hingga 20 Agustus 2026 menunjukkan tren dominasi mobil listrik, baik berbasis baterai (BEV) maupun hybrid (HEV).
Kontribusi Merek China dan Jepang dalam SPK
Di puncak daftar pencapaian, Toyota masih memegang kendali pasar dengan raihan 6.175 SPK. Untung ada Toyota, kalau tidak, pabrikan Jepang benar-benar ditenggelamkan pabrikan China di 'ibu kota' ini.
Menariknya, dominasi raksasa otomotif ini sangat dipengaruhi oleh kesuksesan lini elektrifikasinya, khususnya Innova Zenix Hybrid dan Veloz Hybrid yang menjadi kontributor utama pemesanan.
Mengikuti di belakangnya, BYD berhasil mencatatkan lebih dari 4.000 pesanan. Produsen asal Tiongkok ini membuktikan daya tariknya melalui model BYD M6 yang menjadi tulang punggung penjualan mereka selama pameran berlangsung.
Tidak mau kalah, Chery menempel ketat dengan total 3.500 SPK, di mana separuh dari angka tersebut disumbang oleh model Chery Q, sebuah mobil listrik yang menyasar segmen harga lebih terjangkau.
Performa kendaraan listrik semakin terlihat jelas pada catatan penjualan Wuling. Dengan total 3.290 SPK, sekitar 68 persen di antaranya—atau sebanyak 2.238 unit—berasal dari Wuling Aira EV.
Angka fantastis ini menjadikan Aira EV sebagai salah satu model dengan kontribusi terbesar bagi mereknya di sepanjang GIIAS 2026.
Pola ketergantungan yang sama juga terjadi pada Geely Group yang mengumpulkan 3.033 SPK, dengan 70 persen di antaranya disumbang oleh model Geely EX2.
Di sisi lain, GAC Aion berhasil mengantongi 2.170 SPK, di mana model Aion V menjadi primadona dengan total 1.122 unit.
Mitsubishi juga mencatat hasil solid dengan 3.212 SPK, yang ditopang oleh kehadiran Xforce Hybrid dengan angka pemesanan melebihi 1.000 unit.
Selain nama-nama besar tersebut, sejumlah pabrikan lain juga mencatatkan angka penjualan yang signifikan. Suzuki berhasil membukukan 1.336 SPK, Isuzu dengan 1.180 SPK, Changan 1.120 SPK, MG Motor 1.088 SPK, dan Jetour sebanyak 1.038 SPK.
Sementara itu, pemain lain seperti DFSK, Daihatsu, BAIC, dan GWM melengkapi daftar perolehan SPK dengan angka berkisar ratusan unit.
Namun, daftar ini belum bersifat final secara keseluruhan industri. Sejumlah merek besar seperti Honda, Hyundai, BMW, Mercedes-Benz, hingga Subaru, terpantau belum merilis data resmi perolehan SPK mereka ke publik hingga penutupan pameran.
Belum diumumkannya data ini bukan berarti absennya transaksi, melainkan hanya karena proses rekapitulasi internal yang belum dipublikasikan kepada khalayak ramai.
Elektrifikasi: Fondasi Bisnis Otomotif Masa Depan
Fenomena ini menggarisbawahi bahwa strategi elektrifikasi bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan fondasi bisnis baru bagi para agen pemegang merek di Indonesia.
Konsumen kini semakin terbuka dan antusias terhadap opsi kendaraan ramah lingkungan, yang pada akhirnya memicu persaingan ketat antar pabrikan dalam menghadirkan lini produk elektrifikasi dengan harga dan fitur yang kompetitif.
FAQ Artikel
Apa tren utama yang terlihat di GIIAS 2026?
Tren utama GIIAS 2026 adalah pergeseran selera masyarakat ke kendaraan elektrifikasi (mobil listrik berbasis baterai dan hybrid) yang menjadi primadona dan penopang utama penjualan.
Merek mobil apa yang memimpin perolehan SPK di GIIAS 2026 dan model apa yang menjadi andalan?
Toyota memimpin dengan 6.175 SPK, didominasi oleh model hybrid seperti Innova Zenix Hybrid dan Veloz Hybrid.
Bagaimana performa merek mobil asal China di GIIAS 2026?
Merek China menunjukkan performa sangat kuat, dengan BYD mencatat lebih dari 4.000 SPK (didominasi BYD M6), Chery 3.500 SPK (separuhnya dari Chery Q), Wuling 3.290 SPK (68% dari Wuling Aira EV), Geely Group 3.033 SPK (70% dari Geely EX2), dan GAC Aion 2.170 SPK (didominasi Aion V). Ini menandakan penerimaan yang matang terhadap merek China di pasar Indonesia.
Mengapa beberapa merek besar seperti Honda dan Hyundai belum merilis data SPK?
Belum diumumkannya data ini bukan berarti absennya transaksi, melainkan hanya karena proses rekapitulasi internal yang belum dipublikasikan kepada khalayak ramai hingga penutupan pameran.

